Rusia Kerap Peringatkan Prancis Bahaya Teroris Kaukasus Utara, tapi Diabaikan

Jum'at, 30 Oktober 2020 - 14:57 WIB
loading...
Rusia Kerap Peringatkan...
Lilin dinyalakan di tugu peringatan untuk memberi penghormatan kepada Samuel Paty, guru Prancis yang dipenggal kepalanya di pinggiran kota Paris di Conflans-Sainte-Honorine. Foto/REUTERS/Eric Gaillard/File Photo
A A A
MOSKOW - Moskow telah berulang kali memperingatkan Paris tentang ancaman bahaya yang datang dari teroris asal Kaukasus Utara, tetapi Prancis terus menerima mereka sebagai "pejuang kebebasan" dan bahkan memberikan kewarganegaraan kepada beberapa dari mereka.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Oleg Syromolotov mengatakan hal itu dalam sebuah wawancara dengan Sputniknews, Jumat (30/10/2020), sehubungan dengan serangan teror baru-baru ini di Prancis. (Baca: Tiga Tewas dalam Serangan di Gereja Prancis, Satu Korban Dipenggal )

"Kembali ke topik radikalisasi, saya dapat memberi tahu Anda bahwa kami telah berulang kali memperingatkan mitra Prancis kami tentang bahaya yang ditimbulkan oleh teroris asal Kaukasus Utara, sementara mereka menerimanya sebagai 'pejuang kebebasan',” kata Syromolotov.

"Banyak dari pejuang palsu untuk kebebasan ini telah menemukan perlindungan di Prancis, dan beberapa dari mereka bahkan menjadi warga negara tersebut," ujarnya.

Diplomat Rusia itu menunjuk pada peran penting kerja sama anti-terorisme dalam hubungan antara Moskow dan Paris. (Baca: Begini Kronologi Serangan Teror di Gereja Prancis yang Tewaskan 3 Orang )

Syromolotov juga memuji upaya kelompok kerja Rusia-Prancis untuk memerangi tantangan dan ancaman baru yang ia pimpin bersama dan yang baru-baru ini melanjutkan aktivitasnya.

"Kami telah berhasil mengidentifikasi sejumlah area spesifik untuk memperkuat kerja sama bilateral dalam melawan terorisme, radikalisasi, kejahatan terorganisir, dan perdagangan narkoba; kami juga telah menguraikan langkah-langkah lebih lanjut untuk memastikan keamanan transportasi dan selama acara olahraga besar," kata Syromolotov.

Pada Kamis pagi, Nice dilanda serangan pisau yang menewaskan sedikitnya tiga orang. Salah satu korbannya bahkan dipenggal. (Baca juga: Inilah Reaksi Dunia atas Serangan Teroris di Gereja Nice, Prancis )

Serangan itu terjadi kurang dari dua minggu setelah guru sejarah bernama Samuel Paty dipenggal di pinggiran kota Paris setelah menunjukkan kepada murid-muridnya kartun Nabi Muhammad yang muncul di majalah satire Charlie Hebdo pada tahun 2015 saat diskusi tentang kebebasan berbicara dan berekspresi di kelas.

Penggambaran kartun Nabi Muhammad sering dianggap penistaan oleh umat Islam. Publikasi kartun tersebut pernah memicu pembantaian di kantor redaksi majalah Charlie Hebdo pada tahun 2015, dengan korban tewas 12 orang dan 11 lainnya terluka.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Krisis Demografi China:...
Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia
AS Serang Iran, Menlu...
AS Serang Iran, Menlu Araghchi: Kami Balas!
Rekomendasi
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
Berita Terkini
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Infografis
Ukraina Dalangi Pembunuhan...
Ukraina Dalangi Pembunuhan Jenderal Rusia tapi Tak Ubah Hasil Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved