Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan

Minggu, 28 Juni 2026 - 01:10 WIB
loading...
A A A
CENTCOM menggambarkan operasi tersebut sebagai “respons yang kuat terhadap serangan kemarin terhadap kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz”.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengecam apa yang ia sebut sebagai serangan drone Iran terhadap kapal tersebut, dengan mengatakan “jelas, ini adalah pelanggaran bodoh terhadap perjanjian gencatan senjata kita.”

Wakil Presiden JD Vance mengeluarkan peringatan langsung, dengan memposting di X bahwa “kekerasan akan dibalas dengan kekerasan” jika Iran melakukan serangan lebih lanjut.

Beberapa menit kemudian, pada Sabtu pagi, waktu Iran, televisi pemerintah melaporkan bahwa IRGC mengatakan mereka telah menyerang situs-situs AS di wilayah Teluk sebagai balasan atas serangan AS.

“Jika agresi diulangi, respons kami akan lebih luas dari ini,” kata IRGC, menurut sebuah unggahan di saluran Telegram TV pemerintah.

Pada hari Sabtu, Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan telah menyerang target yang terkait dengan pasukan AS sebagai tanggapan atas serangan AS di pantai selatannya, yang menurut pernyataan kementerian luar negeri Iran melanggar Piagam PBB dan memorandum antara kedua negara.

Iran tidak mengidentifikasi target atau menyebutkan lokasinya dalam pernyataan tersebut.

Namun, tidak lama setelah pernyataan Teheran, Bahrain mengutuk apa yang disebutnya sebagai serangan pesawat tak berawak Iran di wilayahnya, menurut kantor berita negara.

Bahrain mengatakan pihaknya berhak sepenuhnya untuk membela kedaulatan dan keamanannya, menggambarkan serangan itu sebagai "pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan hukum internasional".

Juga pada hari Sabtu, Operasi Perdagangan Maritim Inggris melaporkan bahwa sebuah kapal tanker telah terkena proyektil tak dikenal di Selat Hormuz.

Kapal tersebut mengalami kerusakan pada anjungannya, tetapi seluruh awak dilaporkan selamat, dan tidak ada kerusakan lingkungan yang dilaporkan pada saat laporan tersebut dibuat, tambah UKMTO. Mereka tidak memberikan detail lebih lanjut, termasuk asal proyektil tersebut.

Tidak ada yang segera mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Baku tembak tersebut telah menimbulkan pertanyaan tentang apakah Nota Kesepahaman (MoU) tanggal 17 Juni yang ditandatangani antara AS dan Iran akan tetap berlaku.

Masing-masing pihak menuduh pihak lain melanggar kesepakatan tersebut, yang mencakup gencatan senjata.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
AS Sempat Tunda Mengebom...
AS Sempat Tunda Mengebom Iran demi Nonton Final Piala Dunia
Ikuti Arab Saudi, Kuwait...
Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Israel Tembak Jatuh...
Israel Tembak Jatuh Rudal Iran, Ancam Beri Respons dengan Kekuatan Penuh
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-9 Beruntun usai Tentaranya Tewas Lagi Digempur Iran
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Kebakaran Hanguskan...
Kebakaran Hanguskan Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat, Pemukim Yahudi Dievakuasi
Presiden Hungaria Sulyok...
Presiden Hungaria Sulyok Dilengserkan, Era Loyalis Viktor Orban Berakhir
Rekomendasi
Giorgio Tak Kunjung...
Giorgio Tak Kunjung Minta Maaf ke Ruben Onsu, Nanda Persada Ingatkan Soal Reputasi
Prabowo Pimpin Sidang...
Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna, Evaluasi Jelang 2 Tahun Pemerintahan
Bea Cukai Papua Fasilitasi...
Bea Cukai Papua Fasilitasi dan Gerakkan Ekonomi Daerah, dari PSN hingga UMKM
Berita Terkini
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Perkenalkan Sally, Robot...
Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
Dana Pensiun ASN Malaysia...
Dana Pensiun ASN Malaysia Rp717 Miliar Lenyap dalam Skandal eFishery, KPK Negeri Jiran Turun Tangan
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved