Zarif: AS Tidak akan Mampu Cegah Negara Lain Jual Senjata ke Iran

loading...
Zarif: AS Tidak akan Mampu Cegah Negara Lain Jual Senjata ke Iran
Zarif menuturkan setiap sanksi Amerika Serikat (AS) tidak mungkin mencegah negara-negara menjual senjata ke Iran, setelah embargo PBB berakhir pada 18 Oktober. Foto/REUTERS
A+ A-
TEHERAN - Setiap sanksi Amerika Serikat (AS) tidak mungkin mencegah negara-negara menjual senjata ke Iran, setelah embargo PBB berakhir pada 18 Oktober. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif.

“Setelah embargo dicabut, kita bisa memenuhi kebutuhan kita dengan bantuan negara-negara yang memiliki hubungan strategis dengan kita, misalnya Rusia dan China," kata Zarif dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (20/9/2020).

"Kita bisa menyediakan sendiri, kita bahkan bisa mengekspor senjata. Namun, bila perlu, kita bisa membeli dari negara-negara tersebut. Saya ragu sanksi sekunder AS akan menjadi penghalang bagi mereka," sambungnya.

Sementara itu, sebelumnya Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan hampir semua sanksi PBB terhadap Iran kembali berlaku, termasuk perpanjangan permanen embargo senjata. Pompeo menyebut ini sebagai berita bagus untuk perdamaian di Timur Tengah.



"Selain embargo senjata, ini termasuk pembatasan seperti larangan Iran terlibat dalam kegiatan pengayaan dan pemrosesan ulang, larangan pengujian dan pengembangan rudal balistik oleh dan sanksi atas transfer teknologi terkait nuklir, dan rudal ke Iran," kata Pompeo. (Baca juga: Retas Perusahaan Teknologi Satelit, AS Tuntut 3 Warga Iran)

"AS tidak akan ragu-ragu untuk menegakkan sanksi kami dan mengharapkan semua negara anggota untuk sepenuhnya mematuhi kewajiban mereka di bawah pembatasan yang diberlakukan kembali ini," sambungnya.

AS berharap seluruh sanksi tersebut akan mulai berlaku pada Minggu pukul 00:00 waktu AS, atau Senin pukul 00:00 waktu Indonesia barat. (Baca juga: AS Kirim Kendaraan Lapis Baja ke Suriah)



Tapi, dalam sebuah surat yang dikirim ke Dewan Keamanan PBB, Inggris, Prancis, dan Jerman mengatakan bahwa keringanan sanksi, yang disepakati sebagai bagian dari kesepakatan nuklir 2015 yang membatasi kemampuan nuklir Iran, akan tetap berlaku setelah Minggu.
(esn)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top