Mantan Presiden Duterte Pilih Turun Takhta dengan Ikut Pemilu Wali Kota, Ada Apa Gerangan?

Senin, 25 November 2024 - 14:45 WIB
loading...
Mantan Presiden Duterte...
Mantan Presiden Rodrigo Duterte akan mengikuti pemilu wali kota. Foto/X/@MrJerryGoode
A A A
MANILA - Seorang mantan presiden Filipina yang memenjarakan para pesaing politiknya, menghina Paus, dan mengklaim telah menyewa gangster "regu pembunuh" mencalonkan diri untuk pemilihan ulang di kota kelahirannya. Itu merupakan upaya putus asa untuk memperkuat dinasti politiknya yang dilanda skandal.

Dilabeli sebagai "Trump-nya Asia" oleh beberapa komentator karena gaya kepemimpinannya yang tidak ortodoks dan retorikanya yang bombastis, Rodrigo Duterte mengincar kebangkitan politik yang mungkin bahkan lebih tidak mungkin daripada kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih.

Duterte, 79, ingin kembali menjadi wali kota Davao City, di pulau selatan Mindanao, tempat ia memegang kekuasaan selama lebih dari dua dekade sebelum memimpin negara kepulauan itu antara tahun 2016 dan 2022.

Mantan Presiden Duterte Pilih Turun Takhta dengan Ikut Pemilu Wali Kota, Ada Apa Gerangan?

1. Memperkuat Dinasti Politik

Menurut para analis, kembalinya ia ke dunia politik bukan hanya sekadar pencarian kekuasaan pribadi – ini adalah upaya untuk menopang dukungan bagi keluarganya terhadap dinasti politik Filipina yang terkenal lainnya – keluarga Marcos, yang memiliki visi yang berlawanan untuk negara tersebut, khususnya hubungannya dengan Amerika Serikat dan Tiongkok.

Dalam budaya politik yang didominasi oleh aliansi berbasis klan, keluarga Marcos dan keluarga Duterte bersumpah untuk bersatu ketika putri Duterte, Sara Duterte-Carpio, mencalonkan diri sebagai wakil presiden bersama Ferdinand Marcos Jr. – putra mantan diktator Ferdinand Marcos, yang meninggal di pengasingan pada tahun 1989 setelah pemerintahan yang brutal selama 21 tahun.

Duo ini menang telak pada tahun 2022, tetapi bahkan belum setengah masa jabatan mereka, aliansi tersebut mulai hancur karena Duterte-Carpio menghadapi seruan agar ia dimakzulkan atas tuduhan korupsi, yang dibantahnya.

Sejak itu, perseteruan Marcos-Duterte berubah menjadi omelan publik dan saling mencaci – ciri khas Rodrigo Duterte selama bertahun-tahun sebagai presiden yang terus terang dan tanpa basa-basi.

Richard Heydarian, dosen senior di Pusat Asia Universitas Filipina, mengatakan Duterte yang lebih tua telah memasuki pusaran politik untuk memperkuat pertahanan keluarganya saat mereka bertempur di beberapa medan.

“Keluarga Duterte berada pada momen paling rentan dalam hampir satu dekade,” katanya, dilansir CNN.

2. Melanjutkan Perang Narkoba

Duterte melambung ke tampuk kekuasaan dengan janji untuk mengulangi tindakan keras antikejahatannya dalam skala nasional di basis keluarga Davao, dan memenangkan pemilihan presiden 2016 dengan telak.

Pada tahun-tahun berikutnya, lebih dari 6.000 orang tewas dalam perangnya melawan narkoba, menurut data polisi, meskipun pemantau independen percaya jumlah pembunuhan di luar hukum bisa jauh lebih tinggi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Bermusuhan dengan China,...
Bermusuhan dengan China, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Anggaran Militernya
Diburu ICC, Sekutu Duterte...
Diburu ICC, Sekutu Duterte Diperingatkan Tak Kabur dari Filipina
Tiyo Ardianto Tolak...
Tiyo Ardianto Tolak Tawaran Bertemu Petinggi Lembaga Berbintang yang akan Berikan Apa pun yang Dia Mau
Taiwan Luncurkan Puluhan...
Taiwan Luncurkan Puluhan Rudal HIMARS ke Arah China
Erdogan: Israel Makin...
Erdogan: Israel Makin Berani karena Dunia Bungkam
Rekomendasi
CCTV Bundaran HI Dituding...
CCTV Bundaran HI Dituding Mati saat Demo Mahasiswa, Diskominfotik DKI Jakarta Buka Suara
Gejala Usus Buntu yang...
Gejala Usus Buntu yang Sering Diabaikan, Dari Nyeri Perut hingga Demam Mendadak
Benarkah Muharram atau...
Benarkah Muharram atau Suro Bulan Keramat? Begini Pandangan Islam
Berita Terkini
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved