AS Kirim Kendaraan Lapis Baja ke Suriah

Sabtu, 19 September 2020 - 06:17 WIB
loading...
AS Kirim Kendaraan Lapis...
Militer AS mengirimkan kendaraan lapis baja ke Suriah saat Presiden Donald Trump ingin menarik pasukan. Foto/CNN
A A A
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan akan mengerahkan kendaraan lapis baja dan aset militer lainnya ke Suriah untuk melindungi pasukannya yang memerangi ISIS . Pengumuman ini muncul di tengah ketegangan dengan Rusia ketika Presiden Donald Trump mengatakan pada konferensi pers Gedung Putih bahwa ingin keluar dari Suriah, dengan mengatakan sisa kekuatan AS yang ada secara eksklusif "menjaga minyak".

"Koalisi memerangi ISIS pimpinan AS berencana untuk memposisikan unit infanteri mekanik, termasuk Kendaraan Tempur Bradley, ke Suriah untuk memastikan perlindungan pasukan Koalisi dan menjaga kebebasan bergerak mereka sehingga mereka dapat melanjutkan operasi Kalahkan Daesh dengan aman," kata juru bicara koalisi, Kolonel Wayne Marotto, dalam sebuah pernyataan, menggunakan nama Arab untuk kelompok teror itu seperti dilansir dari CNN, Sabtu (19/9/2020).

Ini bukan pertama kalinya AS mengerahkan Kendaraan Tempur Bradley ke Suriah. Kendaraan itu terakhir dikirim pada Oktober 2019 tetapi telah absen dari negara itu selama hampir setahun.

Juru bicara Komando Pusat AS, yang membawahi Operasi AS di Timur Tengah, Kapten William Urban kepada CNN mengatakan AS juga telah mengerahkan sistem radar Sentinel, yang digunakan untuk membantu melawan drone dan rudal musuh, serta meningkatkan frekuensi patroli jet tempur AS atas pasukan AS.

"Amerika Serikat tidak mencari konflik dengan negara lain di Suriah, tetapi akan membela pasukan Koalisi jika perlu," kata Urban.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Banjir Hancurkan Peternakan,...
Banjir Hancurkan Peternakan, Lepaskan Hampir 900 Ular Termasuk Kobra ke Permukiman
Gunung Sampah Longsor...
Gunung Sampah Longsor Timpa Puluhan Pekerja TPA, 9 Orang Tewas
Rekomendasi
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
Di Forum BRICS 2026,...
Di Forum BRICS 2026, KSPSI AGN Dorong AI Berpihak pada Pekerja
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
Berita Terkini
AS Berambisi Caplok...
AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved