China Jadi Sorotan dalam Studi tentang Troll Army dan Propaganda Digital

Kamis, 02 April 2026 - 10:21 WIB
loading...
China Jadi Sorotan dalam...
China jadi sorotan peneliti terkait praktik penggunaan troll army untuk memengaruhi opini publik. Foto/Universidad de Navarra
A A A
JAKARTA - Praktik penggunaan “troll army” atau pasukan siber untuk memengaruhi opini publik dinilai semakin menjadi instrumen penting dalam propaganda politik di era digital.

Hal tersebut disampaikan oleh Rajib Nandy, Associate Professor Ilmu Komunikasi dan Jurnalisme dari University of Chittagong, yang menyoroti bagaimana rezim otoriter menggabungkan narasi nasionalisme dengan strategi penyebaran disinformasi dan polarisasi di ruang digital.

Baca Juga: Robohkan Firewall Besar China, Aktivis Wuhan Cari Suaka ke Belanda

Menurut Nandy, media sosial kini menjadi arena utama dalam membentuk opini publik, di mana diskursus rasional sering kali tergeser oleh narasi yang dibentuk melalui pengulangan, emosi, dan manipulasi.

Troll army tidak lagi hanya berfungsi untuk membungkam kritik, tetapi juga menciptakan suasana permusuhan kolektif yang terorganisasi,” ucapnya, dikutip dari Daily Times of Bangladesh, Kamis (2/4/2026).

Melalui aktivitas terkoordinasi di platform digital, kelompok ini disebut mampu mengarahkan percakapan publik serta melemahkan suara yang berseberangan.

Dia menilai fenomena tersebut berkembang secara global, seiring meningkatnya penggunaan media sosial sebagai alat komunikasi politik.

Baca Juga: Kebocoran 100.000 Dokumen Ungkap Ekspor Sistem Sensor Internet China

China sebagai Contoh Utama


Dalam analisanya, Nandy menyebut China sebagai salah satu contoh paling kompleks dalam pengelolaan ruang digital.

Dia merujuk pada keberadaan jaringan komentator pro-pemerintah yang dikenal sebagai “50 Cent Party” atau Wumao Dang, yang disebut berjumlah sangat besar dan berperan dalam memperkuat narasi negara.

“Aktivitas kelompok ini tidak hanya menanggapi kritik, tetapi juga mengarahkan diskusi publik dengan memperbanyak konten positif atau tidak relevan untuk mengalihkan perhatian dari isu sensitif,” tutur Nandy.

Strategi ini dinilai menciptakan kesan konsensus publik, sekaligus meminggirkan pandangan yang berbeda.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Perkuat Eksistensi di...
Perkuat Eksistensi di Jakarta Fair 2026 Lewat Konsep Sports Market Terbaru
Scaloni Berani Cadangkan...
Scaloni Berani Cadangkan Messi, Ada Apa?
Berita Terkini
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved