China Jadi Sorotan dalam Studi tentang Troll Army dan Propaganda Digital

Kamis, 02 April 2026 - 10:21 WIB
loading...
A A A
Dia juga menyoroti peran algoritma media sosial yang cenderung memperkuat konten yang memicu emosi dan polarisasi.

Menurutnya, kondisi ini berpotensi mengaburkan batas antara opini publik yang organik dan yang terbentuk secara terkoordinasi.

Relevansi bagi Negara Berkembang


Dalam konteks negara berkembang seperti Bangladesh, Nandy menilai fenomena ini menjadi peringatan sekaligus refleksi.

Dia menyebut praktik pelecehan daring terkoordinasi, disinformasi, dan mobilisasi politik digital mulai terlihat dalam dinamika politik domestik.

Menurutnya, penggunaan nasionalisme dan platform digital untuk kepentingan politik jangka pendek dapat berdampak terhadap stabilitas sosial dan institusi demokrasi dalam jangka panjang.

Nandy menekankan bahwa tantangan yang dihadapi tidak hanya bersifat teknologi, tetapi juga etika dan politik.

Dia menyebut pentingnya peningkatan literasi digital, akuntabilitas platform, serta budaya diskusi yang sehat.

Selain itu, dia juga menilai perlunya komitmen dari aktor politik untuk tidak memanfaatkan ruang digital sebagai alat polarisasi dan manipulasi.

“Di tengah meningkatnya kompleksitas ruang digital, kemampuan untuk mengenali sumber informasi dan memahami dinamika di baliknya menjadi semakin penting,” tutup Nandy.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Kebakaran Hanguskan...
Kebakaran Hanguskan Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat, Pemukim Yahudi Dievakuasi
Garda Revolusi Iran...
Garda Revolusi Iran Sudah di Yaman, Siap Blokade Laut Merah
Rekomendasi
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
10 Kontroversi Argentina...
10 Kontroversi Argentina di Piala Dunia 2026: Tuduhan Dibantu Wasit hingga Pukul Pemain Spanyol
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Berita Terkini
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved