Lukashenko: Barat Sudah Rencanakan Demonstrasi di Belarusia Selama 10 Tahun

Kamis, 17 September 2020 - 20:15 WIB
loading...
Lukashenko: Barat Sudah...
Lukashenko mengatakan, analisis peristiwa yang terjadi di Belarusia menunjukkan bahwa unjuk rasa protes yang melanda negara itu telah direncanakan oleh negara-negara Barat selama lebih dari 10 tahun. Foto/Ist
A A A
MINKS - Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko mengatakan, analisis peristiwa yang terjadi di Belarusia menunjukkan bahwa unjuk rasa yang melanda negara itu telah direncanakan oleh negara-negara Barat selama lebih dari 10 tahun. Belarusia sudah dilanda demonstrasi skala besar sejak bulan lalu.

Analisis selangkah demi selangkah dari peristiwa di negara itu mengungkapkan skema dan taktik sebenarnya berasal dari luar Belarusia. Lukashenko menyebut, selama 10 tahun terakhir, Barat telah dengan cermat mempersiapkan diri untuk masa kritis seperti saat ini.

"Untuk membuka kedok semuanya sekaligus, mari kita beri nama para pemainnya," kata Lukashenko dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Tass pada Kamis (17/9/2020). ( Baca juga: Rusia Tuduh Amerika Serikat Dorong Revolusi di Belarusia )

"Di tingkat pusat global, ini di atas semua Amerika Serikat, lebih tepatnya, jaringan yayasan mereka untuk mendukung apa yang disebut demokrasi. Di Eropa, satelit Amerika adalah yang paling aktif, termasuk Polandia, Lithuania, Republik Ceko, dan sayangnya, Ukraina," sambungnya.

Dia menuturkan, masing-masing negara ini memainkan perannya. Ceko, ucapnya, untuk waktu yang lama berfungsi sebagai pusat sumber daya, Polandia pada awalnya berfungsi sebagai inkubator saluran media dan kemudian sebagai platform untuk agen alternatif di pengasingan.

"Lithuania, kesal dengan masalah BelNPP (pembangkit listrik tenaga nuklir Belarusia) berfungsi sebagai pendobrak hubungan Belarusia-Eropa. Ukraina, meskipun kami terus mendukungnya, terlepas dari semangat hubungan kami, menjadi pos terdepan provokasi politik," ucap Lukashenko. ( Baca juga: Uni Eropa Tidak Akui Lukashenko Presiden Belarusia )

"Jadi, kami jelas melihat subjek dari proses ini, perantara dan pendukungnya. Taktik para dalang dibangun sesuai dengan buku teks klasik Amerika tentang revolusi warna oleh Gene Sharp yang terkenal. Sekarang kita dapat melihat ke belakang dan menganalisis secara detail semua tahapan skenario untuk menghancurkan negara kita yang, untungnya, kita hentikan. dan tidak akan pernah membiarkan terjadi," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Hulu Ledak Nuklir Rusia...
Hulu Ledak Nuklir Rusia Dipasang pada Rudal Iskander di Belarusia
Rusia dan Sekutunya...
Rusia dan Sekutunya Latihan Nuklir Gabungan, Klaim Tak Ditujukan terhadap Negara Lain
Zelensky: Rusia Pertimbangkan...
Zelensky: Rusia Pertimbangkan Serang Negara NATO dari Belarusia
Presiden Lukashenko...
Presiden Lukashenko Sebut Indonesia Mitra Penting Belarus di Asia Tenggara
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Trump Murka Houthi Serang...
Trump Murka Houthi Serang 2 Kapal Tanker Saudi, Ancam Gempur Iran Habis-habisan
Rekomendasi
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved