Rusia Tuduh Amerika Serikat Dorong Revolusi di Belarusia
Kamis, 17 September 2020 - 08:30 WIB
loading...
Petugas keamanan menghalangi demonstran di Minsk, Belarusia, 13 September 2020. Foto/REUTERS
A
A
A
MOSKOW - Rusia menuduh Amerika Serikat (AS) berupaya memicu revolusi di Belarusia. Moskow mengirim menteri pertahanan untuk membahas kerja sama militer sebagai bentuk dukungan Rusia pada Presiden Belarusia Alexander Lukashenko.
Unjuk rasa sejak pemilu 9 Agustus memicu ancaman terbesar bagi Lukashenko. Dukungan Rusia pada Lukashenko menjadi penting bagi peluangnya memperpanjang 26 tahun kekuasaannya.
Mantan bos pertanian era Soviet itu datang ke Rusia pada Senin untuk pertemuan pertama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin sejak krisis terjadi di Belarusia. Lukashenko pulang dengan pinjaman USD1,5 miliar untuk memperkuat ekonomi komando gaya Soviet yang dijalankannya.
Kepala Badan Intelijen Asing SVR Rusia Sergei Naryshkin menuduh AS bekerja di balik layar untuk menggulingkan Lukashenko melalui kudeta. Ini menjadi salah satu retorika terkuat Moskow sejak krisis muncul.
“Penting kita bicara tentang upaya yang sangat menjijikkan untuk mengorganisir ‘revolusi warna’ lainnya dan kudeta anti-konstitusional, tujuan dan targetnya tidak ada kaitannya dengan kepentingan warga Belarusia,” ujar Naryshkin pada kantor berita RIA.
Unjuk rasa sejak pemilu 9 Agustus memicu ancaman terbesar bagi Lukashenko. Dukungan Rusia pada Lukashenko menjadi penting bagi peluangnya memperpanjang 26 tahun kekuasaannya.
Mantan bos pertanian era Soviet itu datang ke Rusia pada Senin untuk pertemuan pertama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin sejak krisis terjadi di Belarusia. Lukashenko pulang dengan pinjaman USD1,5 miliar untuk memperkuat ekonomi komando gaya Soviet yang dijalankannya.
Kepala Badan Intelijen Asing SVR Rusia Sergei Naryshkin menuduh AS bekerja di balik layar untuk menggulingkan Lukashenko melalui kudeta. Ini menjadi salah satu retorika terkuat Moskow sejak krisis muncul.
“Penting kita bicara tentang upaya yang sangat menjijikkan untuk mengorganisir ‘revolusi warna’ lainnya dan kudeta anti-konstitusional, tujuan dan targetnya tidak ada kaitannya dengan kepentingan warga Belarusia,” ujar Naryshkin pada kantor berita RIA.
Lihat Juga :