Eropa Temukan Harta Karun Logam Tanah Jarang Terbesar yang Capai 8,8 Juta Ton, tapi...

Minggu, 21 Desember 2025 - 07:58 WIB
loading...
Eropa Temukan Harta...
Harta karun deposit logam tanah jarang terbesar Eropa ditemukan di Norwegia, yang mencapai 8,8 juta ton. Foto/REN
A A A
OSLO - Deposit logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth terbesar Eropa telah ditemukan di Ulefoss, Oslo, Norwegia, yang mencapai sekitar 8,8 juta ton. "Harta karun" ini ditemukan saat Eropa berupaya mengurangi ketergantungan LTJ pada China.

Tapi, rencana penambangan deposit LTJ terbesar di benua itu terhambat oleh kekhawatiran bahwa operasinya dapat membahayakan kumbang, lumut, dan jamur yang sudah terancam punah.

Lokasi deposit LTJ yang melimpah itu berada di bekas komunitas pertambangan Ulefoss yang dihuni sekitar 2.000 orang. Jaraknya sekitar dua jam perjalanan ke barat daya Oslo.

Baca Juga: Ekspansi Tambang Mineral Tanah Langka China Timbulkan Kerusakan dari Myanmar hingga Afrika

Unsur-unsur ini, yang digunakan untuk membuat magnet yang sangat penting bagi industri otomotif, elektronik, dan pertahanan, telah ditetapkan oleh Uni Eropa sebagai bahan baku penting.

“Anda memiliki logam tanah jarang di saku Anda saat membawa ponsel pintar,” kata Tor Espen Simonsen, seorang pejabat lokal di Rare Earths Norway, perusahaan yang memiliki hak penambangan.

“Anda mengemudi dengan logam tanah jarang ketika Anda berada di balik kemudi mobil listrik, dan Anda membutuhkan logam tanah jarang untuk membuat material pertahanan seperti jet F-35,” ujarnya, seperti dikutip AFP, Minggu (21/12/2025).

"Saat ini, industri Eropa mengimpor hampir semua logam tanah jarang yang dibutuhkannya—98 persen—dari satu negara saja: China,” imbuh dia.

"Oleh karena itu, kita berada dalam situasi di mana Eropa harus membeli lebih banyak bahan baku ini sendiri,” katanya.

Dalam Undang-Undang Bahan Baku Kritis (CRMA) yang bertujuan untuk mengamankan pasokan Eropa, Uni Eropa telah menetapkan tujuan bahwa setidaknya 10 persen dari kebutuhannya harus diekstraksi di dalam blok tersebut pada tahun 2030.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Iran Tembakkan 7 Rudal...
Iran Tembakkan 7 Rudal Balistik ke Kuwait, Balas Serangan AS di Pulau Qeshm dan Goruk
Abaikan Trump, Israel...
Abaikan Trump, Israel Terus Gempur Lebanon
Rekomendasi
Babak Pertama: Gol Ole...
Babak Pertama: Gol Ole Romeny Bawa Timnas Indonesia Ungguli Mozambik
Cover Musik Jadi Cara...
Cover Musik Jadi Cara Generasi Digital Menunjukkan Kreativitas
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Berita Terkini
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Infografis
AS Berebut Logam Tanah...
AS Berebut Logam Tanah Jarang dengan China Demi Jet Tempur F-35
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved