Pesta di Italia, 2 Gadis Inggris Diperkosa 8 Pria di Depan Kamera

loading...
Pesta di Italia, 2 Gadis Inggris Diperkosa 8 Pria di Depan Kamera
Rekaman kamera mengintai menunjukkan para pria di Italia menyerang dua wanita Inggris yang sedang pesta. Foto/9News
A+ A-
ROMA - Dua gadis asal Inggris telah diperkosa oleh sekitar delapan pria dalam sebuah pesta di Italia. Kedua korban mengaku jadi sasaran serangan karena mereka ingin menari pada malam terakhir liburan mereka.

Kedua korban mengatakan para tersangka merekam serangan itu dengan kamera. Kedua gadis berusia 15 tahun itu dilaporkan media lokal telah ditinju, ditendang, dan diperkosa oleh delapan pria yang mengganggu pesta yang mereka hadiri di provinsi Basilicata Matera di Italia selatan awal pekan lalu. (Baca: Gadis 17 Tahun Diperkosa 4 Pria Hingga Tewas, Diperkosa Lagi 7 Pria)

Empat pelaku; Michele Masiello, 23, Alberto Lopatriello, 22, Alessandro Zuccaro, 21, dan Giuseppe Gargano, 19, telah ditangkap polisi dan ditahan di penjara Italia. Keempatnya menyangkal tuduhan melakukan serangan seksual dan mengklaim bahwa kedua gadis itu setuju melakukannya. (Baca juga :5 Raksasa Bulutangkis Dunia Mundur, Thomas & Uber 2020 Akhirnya Ditunda)

Tiga pelaku lainnya dibebaskan dengan jaminan dan seorang pelaku lagi sedang diburu polisi. Para pejabat berwenang mengatakan serangan itu terjadi di sebuah vila di Marconia di Pisticci, provinsi Basilicata Matera.



Surat kabar La Repubblica melaporkan rapper lokal Michele Leone dan Egidio Andriulli— yang dikenal di YouTube sebagai Red Michael dan Meu Deus—juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Belum jelas apakah kedua penyanyi terlibat langsung dalam serangan itu atau tidak. (Baca: Nenek 86 Tahun Diperkosa Pemuda India: 'Saya seperti Nenekmu....')

Kedua gadis—yang belum diidentifikasi karena alasan hukum—mengklaim mereka dibius sebelum diperkosa di depan kamera di semak-semak di luar vila selama 15 menit.

“Tanggal 6 September seharusnya menjadi malam terakhir kami menghabiskan waktu di Pisticci. Kami seharusnya pergi lebih awal, tetapi di saat-saat terakhir kami mengubah rencananya," kata salah satu korban yang dikutip dari La Repubblica, Selasa (15/9/2020).



“Seorang teman lokal kami datang menjemput kami pada pukul 23.30 untuk pergi ke pesta di sebuah vila dengan taman yang luas, di Marconia di Pisticci. Saya belum pernah ke sana,” katanya.

Salah satu gadis mengatakan kepada penyelidik bahwa dia merasa aneh dan sangat bingung setelah menyesap gin dan lemon yang diberikan kepadanya. (Baca: Sopir Ambulans Perkosa Gadis Pasien Covid-19 saat Dibawa ke Rumah Sakit)

"Saya tidak sengaja mengonsumsi obat apa pun, tetapi saya pikir seseorang memasukkan sesuatu ke dalam minuman kedua saya karena setelah saya meminumnya, saya merasa tidak enak," katanya.

Gadis-gadis itu mengatakan sekelompok pria kemudian membawa mereka keluar dan memerkosa mereka.

“Dia membawa saya ke belakang rumah dan saya melihat teman-temannya mengikuti kami juga,” kata salah satu korban.

"Saya mencoba untuk kembali ke pesta, tetapi saya ingat mereka mulai mencium dan menyentuh saya, mendorong saya ke belakang," lanjut dia. “Saya tidak tahu apa yang teman saya lakukan, tetapi saya ingat dia juga bersama seorang laki-laki.”

"Mereka mendorong saya ke mobil. Setidaknya ada lima orang. Area itu kurang penerangan. Mereka memukul saya dan, pada gilirannya, memanfaatkan saya," papar korban.

“Saya menyuruh mereka berhenti. Saya berteriak dalam bahasa Inggris, biarkan saya pergi. Mereka melepas celana mereka dan saya mencoba membela diri dengan menggigit penis salah satunya."

"Seorang pria mencoba merekam seluruh adegan dengan telepon, tetapi saya tidak tahu apakah dia berhasil melakukannya," imbuh korban lainnya.

Rekaman kamera pengintai yang dirilis oleh pihak berwenang di Italia menunjukkan para tersangka menuju ke lapangan dan kembali tak lama setelah mereka mencoba meninggalkan vila.

Penyelenggara pesta mengatakan undangan telah di-posting di Facebook, itulah sebabnya banyak orang muncul.

"Kami salah dalam menerbitkan undangan di Facebook dan mengirimkannya ke beberapa grup WhatsApp, tapi kami tidak bisa membayangkan (apa yang terjadi)," kata penyelenggara pesta seperti dilansir The Sun.

“Pestanya berjalan dengan baik sampai suatu saat saya melihat anak-anak dari Pisticci datang. Di sini semua orang kenal, mereka sedikit sempoyongan, meski sebagian dari mereka berasal dari keluarga baik-baik, ”ujarnya.

“Ketika saya melihat mereka tiba, saya bertanya-tanya apa yang mereka lakukan di sini. Tapi kemudian mereka menghilang," kata penyelenggara pesta. "Saat kami menyajikan kue, paman dari salah satu gadis Inggris datang dan mulai berbicara. Saat itulah kami mengerti apa yang telah terjadi."

Kedua korban telah diperiksa di rumah sakit Madonna della Grazie Matera.

Paman salah satu gadis itu diberitahu oleh para tamu; "Jangan panggil polisi atau Anda akan merusak pesta."

Dalam wawancara dengan media setempat, ayah salah satu korban mengatakan; "Keadilan masih perlu dijalankan karena belum semua yang bertanggung jawab teridentifikasi."
(min)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top