Profil Hemedti, Penggembala Unta yang Jadi Jenderal Bengis RSF Sudan

Senin, 03 November 2025 - 13:20 WIB
loading...
Profil Hemedti, Penggembala...
Letnan Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo alias Hemedti, komandan paramiliter RSF Sudan. Dia dulunya adalah penggembala unta yang berubah jadi jenderal kaya. Foto/Sudan Tribune
A A A
EL-FASHER - Letnan Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo, yang terkenal dengan panggilan Hemedti, adalah pemimpin Rapid Support Forces (RSF), paramiliter yang dilaporkan melakukan pembantaian massal sekitar 2.000 orang di El-Fasher, Sudan.

Siapa sangka, Hemedti dulunya adalah penggembala unta yang kini berubah menjadi komandan paramiliter yang sangat ditakuti dalam perang saudara Sudan.

Tuduhan pembantaian massal oleh RSF telah memicu kecaman dunia internasional, seruan untuk penuntutan atas kejahatan perang dan genosida.

Baca Juga: Siapa Itu RSF, Kelompok Bengis yang Bantai Massal Warga Sipil Sudan?

Profil Hemedti, Jenderal di Balik RSF Sudan


Harapan untuk transisi Sudan menuju pemerintahan sipil telah memudar setelah kekerasan pecah antara militer dan RSF.

Sebagian besar pengaruh RSF dikaitkan dengan pemimpinnya, Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo, yang dikenal sebagai “Hemedti” atau “Muhammad Kecil”. Dia menjadi terkenal sebagai wakil pemimpin dewan transisi yang dibentuk setelah mantan pemimpin otoriter Omar al-Bashir digulingkan pada tahun 2019.

RSF dan militer melancarkan kudeta pada tahun 2021 terhadap kepemimpinan gabungan sipil-militer, tetapi satu setengah tahun kemudian, Dagalo tampak tidak senang dengan militer. Doa telah membuat pernyataan tentang bagaimana jajaran kekuasaan masih diisi oleh loyalis al-Bashir yang akan menghambat proses menuju demokrasi.

Dari Penggembala Unta yang Sederhana Jadi Jenderal Kaya


Dagalo lahir sekitar tahun 1974 dari suku Mahariya di komunitas Rizeigat di Darfur. Dia merupakan keponakan seorang kepala suku di cabang perdagangan unta Rizeigat.

Dia hanya memiliki sedikit pendidikan formal, putus sekolah di kelas tiga dan kemudian menjadi penggembala dan pedagang unta.

Kisah paling umum tentang Dagalo adalah bahwa dia terpaksa mengangkat senjata dalam konflik Darfur ketika sekelompok orang menyerang utusan dagangnya, membunuh 60 anggota keluarganya, dan menjarah unta-unta miliknya.

Dia kemudian bergabung dengan Janjaweed, sebuah konglomerasi milisi suku Arab yang sebagian besar berasal dari suku-suku pedagang unta dan aktif di Darfur dan sebagian wilayah Chad.

Sosoknya menarik perhatian Presiden Omar al-Bashir, yang merekrut Janjaweed untuk memerangi orang-orang non-Arab yang mulai memberontak terhadap pemerintahannya pada tahun 2003 di Darfur. Sejak itu, Dagalo ditunjuk menjadi seorang komandan militer.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
2 Jenderal Militer Ditangkap...
2 Jenderal Militer Ditangkap karena Korupsi Proyek Senilai Rp1,2 Triliun
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
Jenderal Iran Incar...
Jenderal Iran Incar Trump dan Netanyahu, Balas Dendam untuk Khamenei
Militer China Mempromosikan...
Militer China Mempromosikan 2 Jenderal Baru setelah Banyak yang Dipecat karena Korupsi
Jadi Anak Presiden dan...
Jadi Anak Presiden dan Jabat Panglima Militer, Jenderal Ini Seenaknya Menutup Media
Kisah Kombes Agustinus...
Kisah Kombes Agustinus Christmas, dari Mengajar Mahasiswa hingga Dijuluki Jenderal Kopi
Laporan: Pentagon Tutupi...
Laporan: Pentagon Tutupi Informasi Jumlah Korban Militer AS dalam Perang di Iran
Tegas! Wali Kota New...
Tegas! Wali Kota New York Zohran Mamdani: Netanyahu Penjahat Perang!
Rekomendasi
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
Berita Terkini
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved