Jadi Anak Presiden dan Jabat Panglima Militer, Jenderal Ini Seenaknya Menutup Media

Jum'at, 03 Juli 2026 - 11:30 WIB
loading...
Jadi Anak Presiden dan...
Panglima Militer Uganda yang juga putra Presiden Yoweri Museveni, Jenderal Muhoozi Kainerugaba, jadi sasaran kritik kelompok HAM karena menutup media. Foto/Ugandan Presidential Press Unit
A A A
KAMPALA - Panglima Militer Uganda yang juga putra Presiden Yoweri Museveni, Jenderal Muhoozi Kainerugaba, jadi bulan-bulanan kritik kelompok hak asasi manusia (HAM) internasional. Musababnya, dia menggunakan kekuasaan untuk menutup outlet media independen utama.

Kelompok HAM Amnesty International telah mendesak pemerintah Uganda untuk segera mengakhiri penindasan terhadap aktivis dan mengizinkan media untuk beroperasi secara bebas. Desakan ini sebagai respons setelah Jenderal Kainerugaba memerintahkan penutupan perusahaan media independen Nation Media Group (NMG).

Baca Juga: Memalak Rp17 Triliun dan Wanita Tercantik Turki sebagai Istri, Siapa Sosok Jenderal Uganda Ini?

Kainerugaba dikenal karena mengancam para kritikus pemerintah, khususnya para pemimpin oposisi. Serangannya terhadap pers adalah eskalasi terbaru. Beberapa tokoh oposisi, termasuk Kizza Besigye, ditahan atas tuduhan yang menurut kelompok HAM dan aktivis bermotivasi politik.

Pada 28 Juni, tentara mengepung fasilitas penyiaran NTV, sebuah saluran yang dimiliki oleh NMG. Militer menghentikan operasi penyiaran di NTV dan Spark TV. Surat kabar Daily Monitor dan The East African, serta stasiun radio, juga terkena dampaknya.

"Negosiasi sedang berlangsung di berbagai tingkatan untuk pembukaan kembali," kata Susan Nsibirwa, direktur pelaksana NMG di Uganda, yang dikutip Reuters.

Tindakan Jenderal Kainerugaba memicu respons keras dari Jim Risch, Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat Amerika Serikat (AS). Risch mendesak Washington untuk meninjau kembali hubungan keamanannya dengan Uganda, menambahkan bahwa serangan Kainerugaba terhadap kebebasan berbicara, termasuk penutupan rumah media utama, membuat dia dan militer Uganda menjadi "mitra yang tidak layak".

Kainerugaba—jenderal yang membuat heboh belum lama ini karena membela Israel dan sesumbar akan mengerahkan tentara Uganda melawan Iran—tidak memberikan alasan spesifik atas penutupan media.

Dia hanya menulis di X: "Saya tidak percaya pada pers yang bebas. Pers harus dipandu oleh kader-kader revolusi."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
2 Jenderal Militer Ditangkap...
2 Jenderal Militer Ditangkap karena Korupsi Proyek Senilai Rp1,2 Triliun
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
Belajar dari Negara...
Belajar dari Negara Lain, Revisi UU Hak Cipta Jangan Sampai Rugikan Media, Industri, dan Masyarakat
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Ngeri! Kecelakaan Maut...
Ngeri! Kecelakaan Maut Bus Kemendagri, 35 Orang Tewas
Rekomendasi
Legislator Golkar: Ratifikasi...
Legislator Golkar: Ratifikasi Perjanjian Dagang Harus Berdampak Nyata bagi UMKM dan Industri
Kemendagri: Tanggap...
Kemendagri: Tanggap Darurat Aceh Berakhir, Anggaran Pemulihan Disiapkan Rp58,9 Triliun
Mengapa Al-Quran Tidak...
Mengapa Al-Qur'an Tidak Menyebut Dajjal? Ini Penjelasan dan Hikmah di Baliknya
Berita Terkini
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Infografis
HBL Mantiri, Eks Panglima...
HBL Mantiri, Eks Panglima Komando di Timtim yang Dapat Pangkat Jenderal Kehormatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved