Ibu Ini Dihukum Penjara Seumur Hidup karena Jual Putrinya kepada Dukun Seharga Rp18 Juta
Jum'at, 30 Mei 2025 - 11:46 WIB
loading...
A
A
A
Hakim tidak mengatakan dalam putusannya kepada siapa korban dijual atau mengapa.
Namun jaksa menyatakan bahwa korban dijual kepada seorang sangoma atau dukun tradisional seharga 20.000 rand, di mana korban diinginkan karena "mata dan kulitnya".
Foto-foto yang dirilis di internet setelah korban menghilang menunjukkan mata hijau Joshlin yang mencolok.
Seorang pendeta yang memberikan kesaksian di persidangan, yang dimulai pada bulan Maret, mengatakan bahwa Smith telah memberitahunya tentang rencana penjualan korban pada tahun 2023.
Korban masih belum ditemukan meskipun polisi telah melakukan pencarian besar-besaran. Polisi mengatakan pencarian gadis kecil itu akan terus berlanjut, bahkan di luar perbatasan Afrika Selatan.
"Kami tidak akan berhenti sampai kami mengetahui apa yang terjadi pada Joshlin. Kami terus mencarinya siang dan malam," kata komisaris polisi Western Cape Thembisile Patekile kepada media lokal.
Kasus ini telah mengejutkan masyarakat, menyoroti kengerian perdagangan manusia dan eksploitasi anak-anak yang rentan.
Namun jaksa menyatakan bahwa korban dijual kepada seorang sangoma atau dukun tradisional seharga 20.000 rand, di mana korban diinginkan karena "mata dan kulitnya".
Foto-foto yang dirilis di internet setelah korban menghilang menunjukkan mata hijau Joshlin yang mencolok.
Seorang pendeta yang memberikan kesaksian di persidangan, yang dimulai pada bulan Maret, mengatakan bahwa Smith telah memberitahunya tentang rencana penjualan korban pada tahun 2023.
Korban masih belum ditemukan meskipun polisi telah melakukan pencarian besar-besaran. Polisi mengatakan pencarian gadis kecil itu akan terus berlanjut, bahkan di luar perbatasan Afrika Selatan.
"Kami tidak akan berhenti sampai kami mengetahui apa yang terjadi pada Joshlin. Kami terus mencarinya siang dan malam," kata komisaris polisi Western Cape Thembisile Patekile kepada media lokal.
Kasus ini telah mengejutkan masyarakat, menyoroti kengerian perdagangan manusia dan eksploitasi anak-anak yang rentan.
(mas)
Lihat Juga :