Mantan Menteri Kehakiman China Dihukum Penjara Seumur Hidup karena Korupsi Rp330 Miliar

Selasa, 03 Februari 2026 - 07:55 WIB
loading...
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman China Tang Yijun dihukum penjara seumur hidup karena korupsi senilai lebih dari Rp330 miliar. Foto/X @shanghaidaily
A A A
BEIJING - Sebuah pengadilan di China telah menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada mantan menteri kehakiman, Tang Yijun, karena korupsi. Terdakwa dinyatakan bersalah menerima suap dengan total 137 juta yuan (lebih dari Rp330 miliar) selama lebih dari satu dekade.

Tang Yijun (64) menjabat sebagai Menteri Kehakiman China dari tahun 2020 hingga 2023. Dia juga pernah memegang berbagai posisi lain selama kariernya, termasuk gubernur provinsi Liaoning dan kepala Partai Komunis China (CCP) untuk kota Ningbo.

Baca Juga: Mantan Menteri Olahraga China Dihukum Mati karena Korupsi Rp556 Miliar selama 15 Tahun

Presiden China Xi Jinping telah melancarkan pembersihan anti-korupsi besar-besaran sejak berkuasa pada tahun 2012, sebuah tindakan keras yang menurut para kritikus memungkinkannya untuk menyingkirkan calon saingan politik.

"Tang menyalahgunakan keuntungan yang terkait dengan posisi yang dipegangnya secara berturut-turut untuk memperoleh keuntungan bagi berbagai entitas dan individu antara tahun 2006 hingga 2022," kata Pengadilan Rakyat Menengah Xiamen di China timur dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, sebagaimana dilansir dari AFP, Selasa (3/2/2026).

Menurut pengadilan, sebagai imbalan atas pembayaran tersebut, Tang membantu individu dan perusahaan dalam penawaran umum perdana, pengamanan pinjaman bank, pengadaan tanah, dan hal-hal lainnya.

Pengadilan menyatakan Tang telah menerima total 137 juta yuan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Perjanjian Damai dengan...
Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS
Rekomendasi
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
Prabowo Gandeng Imperial...
Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
6 Poin Pernyataan Roy...
6 Poin Pernyataan Roy Suryo dan Dokter Tifa setelah Penahanan Ditangguhkan
Berita Terkini
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Infografis
Jaminan Kesehatan Mantan...
Jaminan Kesehatan Mantan Menteri dan Keluarganya Jadi Beban APBN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved