Melawan India Perkuat Popularitas Militer Pakistan di Dalam dan Luar Negeri
Sabtu, 17 Mei 2025 - 08:45 WIB
loading...
A
A
A
Namun, Jenderal Munir mengambil peran yang lebih terlihat dan tegas saat ketegangan dengan India meningkat.
Sekarang, gambar dirinya muncul di papan reklame dan poster di seluruh negeri, menjadikannya sebagai "juru selamat nasional."
"Lingkaran kemenangan dapat membantu militer untuk membingkai ulang citra publiknya sebagai kekuatan profesional daripada kekuatan politik yang tidak populer," ungkap Shah.
Rehabilitasi Jenderal Munir mencerminkan pola yang berulang di Pakistan, di mana ketegangan dengan India sering kali meningkatkan reputasi publik para panglima angkatan darat.
Jenderal Pervez Musharraf, misalnya, memperoleh popularitas selama konflik Kargil tahun 1999 dengan India, konfrontasi mematikan selama dua bulan yang dimulai ketika pasukan Pakistan menyusup ke wilayah yang dikuasai India.
Kemudian pada tahun itu, Jenderal Musharraf mengambil alih kekuasaan melalui kudeta.
“Namun, dukungan yang diperoleh kembali oleh militer setelah bentrokan terakhir dengan India dapat menguap begitu saja saat para jenderal dianggap kembali bertindak berlebihan dalam politik,” papar Bilal Gilani, direktur eksekutif firma riset Gallup Pakistan.
Militer juga menghadapi ancaman terhadap citranya saat berjuang menghadapi tantangan keamanan internal negara tersebut.
Gelombang pemboman dan serangan bersenjata yang terus-menerus yang menargetkan pasukan keamanan telah menimbulkan pertanyaan serius tentang kemampuan militer untuk melindungi negara.
“Pakistan telah banyak berinvestasi dalam kapasitasnya untuk melakukan perang konvensional melawan India,” ujar Muhamma d Amir Rana, direktur Pak Institute for Peace Studies, lembaga pemikir yang berpusat di Islamabad.
“Namun, menangani pemberontakan dalam negeri memerlukan pendekatan yang sangat berbeda, yang berakar pada strategi antiterorisme yang efektif dan dialog politik yang berkelanjutan,” ungkap dia.
Baca juga: UEA Ingin Hamas Pergi dari Gaza dan Bebaskan Semua Sandera Israel
Sekarang, gambar dirinya muncul di papan reklame dan poster di seluruh negeri, menjadikannya sebagai "juru selamat nasional."
"Lingkaran kemenangan dapat membantu militer untuk membingkai ulang citra publiknya sebagai kekuatan profesional daripada kekuatan politik yang tidak populer," ungkap Shah.
Rehabilitasi Jenderal Munir mencerminkan pola yang berulang di Pakistan, di mana ketegangan dengan India sering kali meningkatkan reputasi publik para panglima angkatan darat.
Jenderal Pervez Musharraf, misalnya, memperoleh popularitas selama konflik Kargil tahun 1999 dengan India, konfrontasi mematikan selama dua bulan yang dimulai ketika pasukan Pakistan menyusup ke wilayah yang dikuasai India.
Kemudian pada tahun itu, Jenderal Musharraf mengambil alih kekuasaan melalui kudeta.
“Namun, dukungan yang diperoleh kembali oleh militer setelah bentrokan terakhir dengan India dapat menguap begitu saja saat para jenderal dianggap kembali bertindak berlebihan dalam politik,” papar Bilal Gilani, direktur eksekutif firma riset Gallup Pakistan.
Militer juga menghadapi ancaman terhadap citranya saat berjuang menghadapi tantangan keamanan internal negara tersebut.
Gelombang pemboman dan serangan bersenjata yang terus-menerus yang menargetkan pasukan keamanan telah menimbulkan pertanyaan serius tentang kemampuan militer untuk melindungi negara.
“Pakistan telah banyak berinvestasi dalam kapasitasnya untuk melakukan perang konvensional melawan India,” ujar Muhamma d Amir Rana, direktur Pak Institute for Peace Studies, lembaga pemikir yang berpusat di Islamabad.
“Namun, menangani pemberontakan dalam negeri memerlukan pendekatan yang sangat berbeda, yang berakar pada strategi antiterorisme yang efektif dan dialog politik yang berkelanjutan,” ungkap dia.
Baca juga: UEA Ingin Hamas Pergi dari Gaza dan Bebaskan Semua Sandera Israel
(sya)
Lihat Juga :