Melawan India Perkuat Popularitas Militer Pakistan di Dalam dan Luar Negeri

Sabtu, 17 Mei 2025 - 08:45 WIB
loading...
A A A
Dan lanskap keamanan internal Pakistan telah memburuk, karena kelompok militan meningkatkan serangan di timur laut negara itu, di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan, dan pemberontak separatis menguji kendali negara di barat daya.

Tantangan-tantangan ini tampaknya telah membuat Pakistan dalam posisi yang lemah saat bersiap menghadapi serangan oleh India, kekuatan global yang sedang naik daun dengan ekonomi 10 kali lebih besar dari Pakistan.

Krisis antara kedua negara bersenjata nuklir itu meletus setelah 26 warga sipil tewas dalam serangan teroris pada 22 April di wilayah Kashmir yang dikelola India.

India mengaitkan serangan itu dengan Pakistan yang membantah keterlibatan apa pun dan bersumpah akan memberikan tanggapan serius.

Dua pekan kemudian, India memulai serangan militernya terhadap Pakistan. Wilayah itu didorong ke ambang perang skala penuh selama beberapa hari berikutnya, dengan serangan pesawat nirawak menembus wilayah udara kedaulatan dan rudal menerangi langit malam.

Para diplomat di ibu kota internasional bergegas mengatasi keadaan darurat itu.

Kemudian, dengan cepat, itu berakhir dengan gencatan senjata yang ditengahi AS. Pakistan telah menegosiasikan akhir pertempuran secara langsung dengan India, sebagai negara yang setara dengannya.

Dalam menyatakan kemenangan, Pakistan mengklaim telah menyerang militer India di tempat yang sangat sensitif, dengan menjatuhkan beberapa jet tempur tercanggihnya.

Setelah bersatu di sekitar bendera, orang-orang Pakistan ingin menerima narasi kemenangan.

Bagi militer, ini adalah kesempatan yang tepat untuk memulihkan citranya sebagai pilar terpercaya dalam kehidupan Pakistan dan mengalihkan perhatian dari tuduhan penindasan politik.

Jenderal Syed Asim Munir, yang mengambil alih komando militer beberapa bulan setelah Khan digulingkan, dikenal karena sikapnya yang pendiam dan keterlibatan publik yang terbatas.

“Ia telah menjadi sosok yang dibenci di antara para pendukung muda kelas menengah perkotaan Khan saat militer menindak partainya,” ujar Aqil Shah, profesor urusan militer dan keamanan Asia Selatan di Universitas Georgetown.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
Ikuti Arab Saudi, Kuwait...
Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Sah! AS dan Arab Saudi...
Sah! AS dan Arab Saudi Teken Kerja Sama Nuklir Sipil
Rekomendasi
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
Kapolri Bertemu Direktur...
Kapolri Bertemu Direktur FBI, Bahas Penguatan Kerja Sama Kejahatan Transnasional
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Infografis
Pakistan dan India Berperang,...
Pakistan dan India Berperang, Kenapa China yang Menang?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved