Sepuluh Tentara Mali Tewas Setelah Disergap Militan

Sabtu, 05 September 2020 - 01:43 WIB
loading...
A A A
Kudeta keempat dalam 60 tahun Mali sebagai negara merdeka terjadi karena situasi semakin tidak terkendali.(Baca juga: Militer Mali Berjanji Gelar Pemilu Pasca Lakukan Kudeta )

Tentara yang tidak memiliki perlengkapan memiliki tugas yang sangat besar untuk mengamankan wilayah yang berukuran dua setengah kali luas Prancis dari berbagai kelompok yang bersekutu dengan al-Qaeda atau ISIS dan berbagai kelompok milisi, beberapa berperang untuk pemerintah dan lainnya menentang.

Rotasi pasukan tidak tetap dan tentara dapat tetap berada di medan yang tidak bersahabat di barak yang diduga akan diserang hingga sembilan bulan berturut-turut.

"Keadaan angkatan bersenjata sangat dahsyat. Dapatkah Anda bayangkan menteri pertahanan ketika mengunjungi lapangan pada akhir 2019 mengetahui bahwa tentara tidak memiliki air di kamp?" kata mantan penasehat keamanan Kissima Gakou.

Semakin jelas bahwa tentara Mali tidak mampu mengusir para militan tanpa dukungan sekutu asing seperti Prancis, yang telah mengerahkan lebih dari 5.000 tentara di Afrika Barat.

Militer juga telah dirusak oleh tuduhan berulang kali membunuh dan menjarah warga sipil dengan kedok operasi anti-teroris.

Korupsi adalah masalah besar lainnya. Prajurit yunior menuduh petugas mencuri uang seperti yang dikatakan seseorang.

Pada tahun 2014, sebuah laporan tentang peralatan tentara menemukan kaus kaki dijual dengan harga 35 euro sepasang ketika gaji rata-rata seorang tentara adalah 2 euro sehari.

Para pemimpin kudeta telah berjanji untuk membangun "Mali Baru" dan menyerahkan kekuasaan kepada warga sipil.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Negara yang Dikuasai...
5 Negara yang Dikuasai Militer, Nomor 4 Tetangga Indonesia
Mali Putuskan Hubungan...
Mali Putuskan Hubungan dengan Ukraina, Buntut Pembantaian 84 Tentara Bayaran Rusia
Pemberontak Mali Bantai...
Pemberontak Mali Bantai Puluhan Tentara Bayaran Rusia, Komandan Wagner Minta Bantuan Putin
Protes Sanksi Tak Manusiawi,...
Protes Sanksi Tak Manusiawi, 3 Negara Ini Hengkang dari Blok ECOWAS
Mali, Niger dan Burkina...
Mali, Niger dan Burkina Faso Sepakati Pakta Keamanan Sahel
Rusia Veto Perpanjangan...
Rusia Veto Perpanjangan Sanksi PBB terhadap Negara Afrika
Tensi Memanas, Niger...
Tensi Memanas, Niger Minta Bantuan Mali dan Burkina Faso Jika Diserang
Kemlu RI : Belum Ada...
Kemlu RI : Belum Ada Informasi WNI Jadi Korban Gempa Myanmar
Korban Tewas Gempa Myanmar...
Korban Tewas Gempa Myanmar Tembus 150 Orang, Prabowo hingga Trump Tawarkan Bantuan
Rekomendasi
DPW Perindo Papua Gelar...
DPW Perindo Papua Gelar Buka Puasa Bersama, Pererat Silaturahmi dan Konsolidasi Partai
Penulisan Kata Halalbihalal...
Penulisan Kata Halalbihalal dan Maknanya Menurut KBBI
Lalin KM 38-48 Padat...
Lalin KM 38-48 Padat Pagi Ini, Tol Layang MBZ Arah Cikampek Terapkan Buka-Tutup
Berita Terkini
USGS Prediksi Jumlah...
USGS Prediksi Jumlah Korban Tewas akibat Gempa Myanmar Lebih dari 10.000 Jiwa
7 menit yang lalu
Gelar Buka Puasa Gedung...
Gelar Buka Puasa Gedung Putih, Trump Janjikan Perdamaian saat Gaza Dibom dengan Senjata AS
52 menit yang lalu
Pangkalan Samudra Hindia...
Pangkalan Samudra Hindia bisa Digunakan AS untuk Menyerang Iran
1 jam yang lalu
Operasi Penyelamatan...
Operasi Penyelamatan Korban Gempa di Bangkok Berlanjut hingga Sabtu Pagi
2 jam yang lalu
4.500 Orang Diamputasi...
4.500 Orang Diamputasi di Gaza, Termasuk 800 Anak-anak dan 540 Wanita
6 jam yang lalu
Gempa 7,7 Skala Richter...
Gempa 7,7 Skala Richter Guncang Myanmar, Ini 3 Fakta tentang Sesar Sagaing
8 jam yang lalu
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump akan Pecat Tentara Transgender
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved