Kisah Bayi Rachel Rollinson Dibuang karena Dianggap Bawa Sial, 60 Tahun Kemudian Bertemu Ibu Kandungnya

Sabtu, 22 Maret 2025 - 14:43 WIB
loading...
Kisah Bayi Rachel Rollinson...
Rachel Rollinson dibuang saat masih bayi berusia 10 bulan karena dianggap bawa sial. Setelah 60 tahun, dia bertemu ibu kandungnya. Foto/MyHeritage/PA Real Life
A A A
HONG KONG - Seorang wanita yang diadopsi oleh pasangan Inggris telah dipertemukan kembali dengan keluarga kandungnya di Hong Kong 60 tahun setelah dia dibuang di lereng bukit.

Rachel Rollinson (61) ditemukan oleh seorang polisi di pinggiran Hong Kong saat dia masih bayi berusia 10 bulan. Dia saat itu ditemukan tanpa ada informasi mengenai siapa orang tuanya.

Setelah bertahun-tahun bertanya-tanya mengapa dia ditinggalkan di sana, Rachel memutuskan untuk menjalani tes DNA dengan MyHeritage, yang akhirnya membantunya untuk berhubungan kembali dengan orang tuanya yang telah tiada dan delapan saudara kandungnya, yang tidak ingin dia sebutkan namanya, beberapa dekade kemudian.

Baca Juga: Diculik sejak Bayi, Pemuda Ini Tolak 3 Apartemen dan Mobil dari Ayah Kandung Kaya Raya

Dia mengetahui bahwa orang tua kandungnya telah berkonsultasi dengan seorang pendeta Tao karena dia tidak sehat saat masih bayi, yang mengatakan kepada mereka sebagai anak perempuan pertama yang lahir setelah tiga putra, dia adalah "pertanda buruk bagi keluarga", sehingga menyarankan mereka untuk menyerahkannya.

Meskipun ayahnya telah meninggal, dia dapat menghabiskan waktu yang berharga dengan ibunya sebelum meninggal pada bulan Oktober 2023, hanya enam bulan setelah Rachel dipertemukan kembali dengannya.

“(Penelantaran saya) semuanya karena alasan agama dan takhayul,” kata Rachel, yang sekarang tinggal di Boston, Lincolnshire.

“Ini seperti naik rollercoaster,” ujarnya.

“Saya tahu bahwa mungkin ada penolakan, jadi saya berusaha untuk tidak menaruh harapan terlalu tinggi—tetapi mata ibu saya berbinar melihat kami,” imbuh dia, seperti dikutip The Independent.

Awal tahun 1960-an telah menyaksikan eksodus massal pengungsi China ke Hong Kong dan pada saat itu, kata Rachel, bukanlah hal yang aneh bagi para pengungsi yang berjuang untuk meninggalkan bayi mereka di tempat-tempat yang sibuk di mana mereka tahu mereka akan ditemukan dan dirawat.

Setelah penemuannya di lereng bukit pada tahun 1964, Rachel meninggalkan Hong Kong ketika dia berusia 2,5 tahun dengan hanya membawa jaket dan tas dan diadopsi oleh Kenneth dan Pamela Goldsmith—pasangan Inggris yang tinggal di London.

“Itu adalah keluarga yang ketat tetapi didikan yang baik,” katanya.

Mengetahui bahwa dia telah diadopsi, Rachel menambahkan: “Ada saat-saat ketika Anda berpikir, 'Apakah saya melihat orang tua kandung saya? Apakah saya punya keluarga?’.”

Ayah angkatnya, Kenneth, selalu ingin pergi ke Hong Kong bersama Rachel dan saudara perempuannya, yang diadopsi dari panti asuhan yang sama di Hong Kong.

Sayangnya, Kenneth meninggal karena tumor otak pada tahun 1976, sehingga Rachel harus pergi ke Hong Kong bersama saudara perempuannya tersebut pada tahun 1979.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Dokter Ungkap Penentu...
Dokter Ungkap Penentu Jenis Kelamin Bayi Bukan dari Ibu, tapi Ayah
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Ingin Hancurkan Tepi Barat seperti Gaza
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Gol Spektakuler Warnai Kemenangan Singapura atas Kamboja
Deretan Universitas...
Deretan Universitas di Spanyol yang Bisa Dituju dengan Beasiswa LPDP, Ada Kampus Pilihanmu?
Pelatih Spanyol Kutuk...
Pelatih Spanyol Kutuk Ulah Pemain Argentina di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Infografis
Dianggap Punah Ratusan...
Dianggap Punah Ratusan Tahun, Paus Sei Raksasa Terlihat Lagi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved