Profil Presiden Suriah Bashar al-Assad: Musuh AS yang Hadapi Upaya Penggulingan selama 1 Dekade

Senin, 02 Desember 2024 - 08:05 WIB
loading...
A A A
Sebuah kesepakatan antara Amerika Serikat (AS), Rusia, dan Suriah menyebabkan senjata kimia Suriah ditempatkan di bawah kendali internasional, sehingga menghindari intervensi militer.

Meskipun demikian, pasukan Assad terus menggunakan senjata tanpa pandang bulu, seperti bom barel di wilayah yang dikuasai pemberontak.

Seiring berlanjutnya perang, cengkeraman Assad pada kekuasaan semakin kuat.

Bangkitnya ISIS pada tahun 2013 memfokuskan kembali upaya internasional, termasuk AS, untuk mengalahkan kelompok ekstremis tersebut.

Intervensi militer Rusia pada tahun 2015 juga memperkuat posisi Assad.

Pada tahun 2017, Assad kembali menguasai sebagian besar kota besar, sementara pemberontak yang tersisa terkurung di beberapa wilayah.

Pada tahun 2018, pasukan Assad maju ke Idlib, tempat pasukan Turki melakukan intervensi untuk melindungi wilayah yang dikuasai pemberontak.

Saat konflik hampir berakhir, Assad mulai membangun kembali Suriah melalui proyek infrastruktur dan menarik investasi asing.

Salah satu tindakan kontroversial, Undang-Undang (UU) 10, memungkinkan pemerintah untuk menyita properti dari warga Suriah yang mengungsi, sehingga memungkinkan redistribusi properti kepada para loyalis.


Kontroversi Assad


Kematian Warga Sipil: Pada bulan-bulan awal protes Suriah tahun 2011, kematian warga sipil meningkat dan para pengungsi melarikan diri ke negara-negara tetangga.

Pada bulan Desember 2011, ketika ditanya tentang tindakan keras pemerintah terhadap para pengunjuk rasa, Assad membantah bertanggung jawab, dengan mengeklaim bahwa dia tidak memerintahkan pasukan keamanan untuk membunuh atau bertindak brutal.

Dia mengeklaim bahwa mereka bukan pasukannya dan menyatakan bahwa tidak ada pemerintah yang secara sengaja membunuh rakyatnya, kecuali jika dipimpin oleh "orang gila".

Pemilu 2014: Pada bulan Juni 2014, Bashar al-Assad menyelenggarakan Pemilu yang secara luas dianggap sebagai kecurangan.

Pemungutan suara hanya diperbolehkan di wilayah yang dikuasai pemerintah, kecuali sebagian besar wilayah utara dan timur Suriah yang dikuasai pemberontak.

Slogan kampanye Assad adalah "sawa", yang berarti "bersama", tetapi dia tidak tampil di depan publik untuk membahas rencananya.

Dia mengklaim 88 persen suara. Posisinya diperkuat ketika Rusia setuju untuk mendukung pasukannya secara militer pada bulan September 2014.

Pada bulan Februari 2016, konflik tersebut telah menewaskan banyak orang dan menciptakan krisis pengungsi.

Senjata Kimia: Pada bulan Agustus 2013, rezim Assad menghadapi kecaman internasional atas tuduhan menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil.

Meskipun mendapat kemarahan global, Assad berhasil menghindari intervensi asing dengan bantuan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang memfasilitasi penghapusan persediaan senjata kimia Suriah.

Pada tahun 2013, lebih dari 70.000 orang telah tewas sejak tahun 2011.

Pada bulan April 2017, menyusul serangan senjata kimia baru, Presiden AS saat itu Donald Trump memerintahkan serangan udara di pangkalan udara Suriah, yang memicu reaksi keras dari Assad dan sekutunya, Rusia dan Iran.

Pada bulan April 2018, serangan senjata kimia lainnya menyebabkan kecaman internasional lebih lanjut.

Trump saat itu menyebut Assad sebagai "binatang" dan mengkritik Putin.

AS, bersama dengan Inggris dan Prancis, melancarkan serangan udara di Suriah pada tahun 2018.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Jadi PM Baru, Andy Burnham...
Jadi PM Baru, Andy Burnham Izinkan AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Serang Iran
Ini Alasan Wali Kota...
Ini Alasan Wali Kota New York Mamdani Bersikeras Tangkap Netanyahu
Rekomendasi
Kisah Haru Anak Kuli...
Kisah Haru Anak Kuli Bangunan Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira TNI di Istana
Desta Bagikan Kabar...
Desta Bagikan Kabar usai Operasi Mata, Begini Kondisinya Sekarang
Pakar Bedah Kasus Dugaan...
Pakar Bedah Kasus Dugaan Pidana Jabatan Mantan Jampidsus
Berita Terkini
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved