Donald Trump Ancam BRICS Justru Berdampak Buruk bagi AS, Inilah Alasannya

Senin, 02 Desember 2024 - 09:38 WIB
loading...
Donald Trump Ancam BRICS...
Ancaman Donald Trump terhadap BRICS justru bisa berdampak buruk bagi Amerika Serikat. Foto/USA Today
A A A
WASHINGTON - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengenakan bea masuk impor 100% kepada anggota BRICS jika blok itu mengganti dolar Amerika dengan mata uang lain untuk transaksi perdagangan internasional.

"Gagasan bahwa negara-negara BRICS mencoba menjauh dari dolar sementara kita berdiam diri dan menonton sudah berakhir," tulis Donald Trump dalam sebuah posting media sosial, yang menguraikan rencananya untuk membangun kembali keunggulan ekonomi global AS setelah menjabat bulan depan.

"Kami menuntut komitmen dari negara-negara ini bahwa mereka tidak akan menciptakan mata uang BRICS baru, atau mendukung mata uang lain untuk menggantikan dolar AS yang perkasa, atau mereka akan menghadapi tarif 100%, dan harus mengucapkan selamat tinggal pada penjualan ke ekonomi AS yang luar biasa," papar Trump.

Baca Juga: Donald Trump Ancam BRICS Jika Tinggalkan Dolar AS

"Mereka dapat mencari 'orang bodoh' lain! Tidak ada kemungkinan bahwa BRICS akan menggantikan dolar AS dalam perdagangan internasional, dan setiap negara yang mencoba harus mengucapkan selamat tinggal kepada Amerika," imbuh Trump.

Ancaman Trump akan "tarif 100%" terhadap BRICS adalah pernyataan intimidasi terkait perdagangannya yang paling luas sejauh ini, yang menargetkan blok ekonomi yang mencakup sekitar 35% dari aktivitas ekonomi global dalam istilah PPP (paritas daya beli), dan lebih dari 40% dari populasi planet ini.

Ekonom veteran Inggris dan salah satu pendiri Gerakan Keadilan Global Rodney Shakespeare mengatakan kepada Sputnik bahwa AS sangat bergantung pada BRICS secara ekonomi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Sebelum Meninggal Dunia,...
Sebelum Meninggal Dunia, Putri Thailand Bajrakitiyabha Alami Gangguan Jantung Serius
Rekomendasi
AS Juara Piala Dunia...
AS Juara Piala Dunia 2026, Jeep Siap Bagi-bagi Mobil Wrangler
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
Berita Terkini
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved