Ingkar Janji, Presiden Biden Ampuni Putranya atas 2 Kasus Pidana

Senin, 02 Desember 2024 - 10:23 WIB
loading...
Ingkar Janji, Presiden...
Presiden AS Joe Biden memberikan pengampunan untuk putranya, Hunter Biden, atas dua kasus pidana. Presiden yang akan lengser ini telah ingkar janji. Foto/Screengrab video USA Today
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) yang segera lengser, Joe Biden, telah memberikan pengampunan untuk putranya Hunter Biden. Ampunan diberikan atas dua kasus pidana yang menjerat Hunter.

Sekadar diketahui, putra Presiden Biden tersebut telah dihukum atas dakwaan senjata api dan mengaku bersalah atas penggelapan pajak federal.

Keputusan Biden ini merupakan pengingkaran janjinya karena dia sebelumnya berjanji tidak akan memberikan pengampunan kepada putranya dan juga berjanji tak akan mencampuri proses hukum.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Gedung Putih, presiden AS mengatakan dia telah memberikan pengampunan untuk Hunter, yang sedianya akan dijatuhi hukuman akhir bulan ini atas dua kasus pidana secara terpisah.

Baca Juga: Joe Biden Jani Tak Akan Mengampuni Putranya, Hunter Biden

"Sejak saya menjabat, saya katakan saya tidak akan mencampuri pengambilan keputusan Departemen Kehakiman, dan saya menepati janji saya meskipun saya melihat anak saya dituntut secara selektif dan tidak adil," kata Biden dalam pernyataan yang dirilis Gedung Putih, seperti dikutip Sky News, Senin (2/12/2024).

"Tanpa faktor-faktor yang memberatkan seperti penggunaan dalam kejahatan, pembelian berulang, atau pembelian senjata sebagai pembeli yang tidak bertanggung jawab, orang-orang hampir tidak pernah diadili atas tuduhan kejahatan semata-mata karena cara mereka mengisi formulir senjata," paparnya.

"Mereka yang terlambat membayar pajak karena kecanduan [narkoba] serius, tetapi kemudian membayarnya kembali dengan bunga dan denda, biasanya diberi resolusi non-pidana," lanjut Biden.

"Jelas bahwa Hunter diperlakukan berbeda," sambung sang presiden.

Hunter Biden mengaku bersalah atas penggelapan pajak federal awal tahun ini.

Dia juga dinyatakan bersalah atas tuduhan terkait kepemilikan senjata dan penggunaan narkoba.

Hunter (54) divonis bersalah atas tiga dakwaan kepemilikan senjata api pada bulan Juni, yang menandai penuntutan pidana pertama terhadap putra presiden AS yang sedang menjabat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Houthi Umumkan Blokade...
Houthi Umumkan Blokade Laut Terhadap Arab Saudi
Ngawur, Menteri Zionis...
Ngawur, Menteri Zionis Ini Klaim Gaza Milik Israel Sesuai Hukum Internasional
Rekomendasi
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved