Ini Teks Lengkap Perjanjian Gencatan Senjata Israel-Hizbullah, Isinya 13 Poin

Kamis, 28 November 2024 - 11:24 WIB
loading...
Ini Teks Lengkap Perjanjian...
Kelompok Hizbullah klaim menang perang atas Israel setelah gencatan senjata di Lebanon disepakati kedua pihak. Foto/Al Jazeera
A A A
BEIRUT - Gencatan senjata di Lebanon antara Israel dan kelompok Hizbullah mulai berlaku pada Rabu pagi setelah kedua belah pihak menerima perjanjian yang ditengahi oleh Amerika Serikat (AS) dan Prancis.

Perjanjian tersebut, yang terdiri dari 13 poin, melibatkan penarikan tentara Israel dari Lebanon selatan, yang akan memungkinkan warga sipil di kedua sisi perbatasan untuk kembali ke rumah mereka.

Selama 60 hari ke depan, Hizbullah akan memindahkan para milisi dan senjatanya dari daerah antara Garis Biru—perbatasan tidak resmi antara Lebanon dan Israel—ke daerah utara Sungai Litani.

Di selatan, para milisi Hizbullah akan digantikan dengan tentara Lebanon yang akan memastikan bahwa infrastruktur dan persenjataan dipindahkan kelompok tersebut dan tidak dapat dibangun kembali.

Baca Juga: Hizbullah Klaim Menang Perang atas Israel usai Gencatan Senjata Disepakati

Teks Lengkap Perjanjian Gencatan Senjata Israel-Hizbullah


Pengumuman Penghentian Permusuhan dan Komitmen Terkait pada Pengaturan Keamanan yang Ditingkatkan dan Menuju Implementasi UNSCR 1701

Setelah berdiskusi dengan pemerintah Republik Lebanon (selanjutnya disebut "Lebanon") dan negara Israel (selanjutnya disebut "Israel"), Amerika Serikat dan Prancis memahami bahwa Lebanon dan Israel berupaya untuk mengakhiri eskalasi permusuhan yang sedang terjadi di Garis Biru secara berkelanjutan dan masing-masing siap untuk mengambil langkah-langkah guna meningkatkan kondisi untuk solusi yang permanen dan menyeluruh.

Pemahaman ini mencerminkan langkah-langkah yang dilakukan Israel dan Lebanon untuk melaksanakan Resolusi Dewan Keamanan PBB (UNSCR) 1701 secara penuh, dengan mengakui bahwa UNSCR 1701 juga menyerukan pelaksanaan penuh resolusi-resolusi DK PBB pendahulunya, termasuk "pelucutan senjata semua kelompok bersenjata di Lebanon", sehingga satu-satunya pasukan yang berwenang untuk membawa senjata di Lebanon adalah Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF), Pasukan Keamanan Dalam Negeri, Direktorat Keamanan Umum, Direktorat Jenderal Keamanan Negara, Bea Cukai Lebanon, dan Polisi Kota (selanjutnya disebut "pasukan militer dan keamanan resmi Lebanon").

Untuk tujuan tersebut, AS dan Prancis memahami hal-hal berikut:

1. Israel dan Lebanon akan melaksanakan penghentian permusuhan mulai pukul 04.00 pagi, 27 November 2024 sesuai dengan komitmen yang dirinci di bawah ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved