Ini Teks Lengkap Perjanjian Gencatan Senjata Israel-Hizbullah, Isinya 13 Poin
loading...
A
A
A
BEIRUT - Gencatan senjata di Lebanon antara Israel dan kelompok Hizbullah mulai berlaku pada Rabu pagi setelah kedua belah pihak menerima perjanjian yang ditengahi oleh Amerika Serikat (AS) dan Prancis.
Perjanjian tersebut, yang terdiri dari 13 poin, melibatkan penarikan tentara Israel dari Lebanon selatan, yang akan memungkinkan warga sipil di kedua sisi perbatasan untuk kembali ke rumah mereka.
Selama 60 hari ke depan, Hizbullah akan memindahkan para milisi dan senjatanya dari daerah antara Garis Biru—perbatasan tidak resmi antara Lebanon dan Israel—ke daerah utara Sungai Litani.
Di selatan, para milisi Hizbullah akan digantikan dengan tentara Lebanon yang akan memastikan bahwa infrastruktur dan persenjataan dipindahkan kelompok tersebut dan tidak dapat dibangun kembali.
Pengumuman Penghentian Permusuhan dan Komitmen Terkait pada Pengaturan Keamanan yang Ditingkatkan dan Menuju Implementasi UNSCR 1701
Setelah berdiskusi dengan pemerintah Republik Lebanon (selanjutnya disebut "Lebanon") dan negara Israel (selanjutnya disebut "Israel"), Amerika Serikat dan Prancis memahami bahwa Lebanon dan Israel berupaya untuk mengakhiri eskalasi permusuhan yang sedang terjadi di Garis Biru secara berkelanjutan dan masing-masing siap untuk mengambil langkah-langkah guna meningkatkan kondisi untuk solusi yang permanen dan menyeluruh.
Pemahaman ini mencerminkan langkah-langkah yang dilakukan Israel dan Lebanon untuk melaksanakan Resolusi Dewan Keamanan PBB (UNSCR) 1701 secara penuh, dengan mengakui bahwa UNSCR 1701 juga menyerukan pelaksanaan penuh resolusi-resolusi DK PBB pendahulunya, termasuk "pelucutan senjata semua kelompok bersenjata di Lebanon", sehingga satu-satunya pasukan yang berwenang untuk membawa senjata di Lebanon adalah Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF), Pasukan Keamanan Dalam Negeri, Direktorat Keamanan Umum, Direktorat Jenderal Keamanan Negara, Bea Cukai Lebanon, dan Polisi Kota (selanjutnya disebut "pasukan militer dan keamanan resmi Lebanon").
Untuk tujuan tersebut, AS dan Prancis memahami hal-hal berikut:
1. Israel dan Lebanon akan melaksanakan penghentian permusuhan mulai pukul 04.00 pagi, 27 November 2024 sesuai dengan komitmen yang dirinci di bawah ini.
Perjanjian tersebut, yang terdiri dari 13 poin, melibatkan penarikan tentara Israel dari Lebanon selatan, yang akan memungkinkan warga sipil di kedua sisi perbatasan untuk kembali ke rumah mereka.
Selama 60 hari ke depan, Hizbullah akan memindahkan para milisi dan senjatanya dari daerah antara Garis Biru—perbatasan tidak resmi antara Lebanon dan Israel—ke daerah utara Sungai Litani.
Di selatan, para milisi Hizbullah akan digantikan dengan tentara Lebanon yang akan memastikan bahwa infrastruktur dan persenjataan dipindahkan kelompok tersebut dan tidak dapat dibangun kembali.
Teks Lengkap Perjanjian Gencatan Senjata Israel-Hizbullah
Pengumuman Penghentian Permusuhan dan Komitmen Terkait pada Pengaturan Keamanan yang Ditingkatkan dan Menuju Implementasi UNSCR 1701
Setelah berdiskusi dengan pemerintah Republik Lebanon (selanjutnya disebut "Lebanon") dan negara Israel (selanjutnya disebut "Israel"), Amerika Serikat dan Prancis memahami bahwa Lebanon dan Israel berupaya untuk mengakhiri eskalasi permusuhan yang sedang terjadi di Garis Biru secara berkelanjutan dan masing-masing siap untuk mengambil langkah-langkah guna meningkatkan kondisi untuk solusi yang permanen dan menyeluruh.
Pemahaman ini mencerminkan langkah-langkah yang dilakukan Israel dan Lebanon untuk melaksanakan Resolusi Dewan Keamanan PBB (UNSCR) 1701 secara penuh, dengan mengakui bahwa UNSCR 1701 juga menyerukan pelaksanaan penuh resolusi-resolusi DK PBB pendahulunya, termasuk "pelucutan senjata semua kelompok bersenjata di Lebanon", sehingga satu-satunya pasukan yang berwenang untuk membawa senjata di Lebanon adalah Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF), Pasukan Keamanan Dalam Negeri, Direktorat Keamanan Umum, Direktorat Jenderal Keamanan Negara, Bea Cukai Lebanon, dan Polisi Kota (selanjutnya disebut "pasukan militer dan keamanan resmi Lebanon").
Untuk tujuan tersebut, AS dan Prancis memahami hal-hal berikut:
1. Israel dan Lebanon akan melaksanakan penghentian permusuhan mulai pukul 04.00 pagi, 27 November 2024 sesuai dengan komitmen yang dirinci di bawah ini.