Elon Musk Tinggal di Rumah Trump Sejak Pemilu Presiden AS
Rabu, 01 Januari 2025 - 10:00 WIB
loading...
Elon Musk bersama Presiden terpilih AS Donald Trump. Foto/anews.com
A
A
A
WASHINGTON - Menurut The New York Times, Pendiri Tesla dan SpaceX Elon Musk telah tinggal di pondok di kawasan perumahan Donald Trump di Mar-a-Lago, Florida, sejak pemilu presiden Amerika Serikat (AS) pada bulan November.
Menurut laporan The New York Times, Musk tinggal di Banyan Cottage, yang biasanya disewakan seharga USD2.000 per malam dan terletak hanya beberapa ratus kaki dari rumah utama Trump.
Hal ini memudahkan Musk menemui presiden terpilih, demikian dilaporkan NYT pada hari Senin (30/12/2024), mengutip seseorang yang mengetahui properti tersebut.
Pengaturan ini menggarisbawahi pengaruh signifikan Musk pada tim transisi Trump dan telah memungkinkannya sering mengunjungi presiden terpilih, termasuk makan malam dan berdiskusi tentang kebijakan.
Sejak secara terbuka mendukung Trump setelah upaya pembunuhan yang gagal pada bulan Juli, Musk secara bertahap telah menjadi salah satu penasihat utamanya dalam hal kebijakan dan keputusan personalia.
Dia menghadiri pertemuan di Mar-a-Lago Teahouse, berpartisipasi dalam panggilan telepon dengan para pemimpin asing, dan melibatkan karyawannya dalam menyeleksi kandidat untuk peran senior dalam pemerintahan.
Menurut laporan The New York Times, Musk tinggal di Banyan Cottage, yang biasanya disewakan seharga USD2.000 per malam dan terletak hanya beberapa ratus kaki dari rumah utama Trump.
Hal ini memudahkan Musk menemui presiden terpilih, demikian dilaporkan NYT pada hari Senin (30/12/2024), mengutip seseorang yang mengetahui properti tersebut.
Pengaturan ini menggarisbawahi pengaruh signifikan Musk pada tim transisi Trump dan telah memungkinkannya sering mengunjungi presiden terpilih, termasuk makan malam dan berdiskusi tentang kebijakan.
Sejak secara terbuka mendukung Trump setelah upaya pembunuhan yang gagal pada bulan Juli, Musk secara bertahap telah menjadi salah satu penasihat utamanya dalam hal kebijakan dan keputusan personalia.
Dia menghadiri pertemuan di Mar-a-Lago Teahouse, berpartisipasi dalam panggilan telepon dengan para pemimpin asing, dan melibatkan karyawannya dalam menyeleksi kandidat untuk peran senior dalam pemerintahan.
Lihat Juga :