Zelensky Murka Putin dan Kanselir Jerman Scholz Bahas Ukraina

Sabtu, 16 November 2024 - 17:07 WIB
loading...
Zelensky Murka Putin...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto/anadolu
A A A
KIEV - Panggilan telepon dari Kanselir Jerman Olaf Scholz kepada Presiden Rusia Vladimir Putin telah membuka "kotak Pandora" dan memberikan Moskow apa yang diinginkannya, menurut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Scholz menelepon Putin pada hari Jumat (15/11/2024), pertama kalinya keduanya berbicara dalam hampir dua tahun.

Percakapan itu berlangsung selama hampir satu jam dan menyinggung Ukraina, di antara hal-hal lainnya.

"Kanselir Scholz mengatakan kepada saya bahwa dia akan menelepon Putin," ujar Zelensky dalam pidato videonya malam itu. "Sekarang mungkin ada percakapan lain, panggilan telepon lain."

Zelensky menyesalkan hal ini akan melemahkan "isolasi" Rusia dan mengarah pada "hanya banyak kata-kata," tanpa hasil praktis apa pun.

"Kami tahu bagaimana harus bertindak. Dan kami ingin memperingatkan: tidak akan ada 'Minsk-3'. Kami membutuhkan perdamaian sejati," tegas Zelensky.

Kedua perjanjian Minsk ditengahi Prancis dan Jerman untuk menyelesaikan konflik antara Ukraina dan Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk.

Mantan pemimpin Jerman dan Prancis kemudian mengakui itu adalah tipu muslihat untuk memberi waktu bagi Kiev agar bersiap menghadapi perang.

Putin mengutip penolakan terbuka Zelensky untuk menerapkan perjanjian Minsk sebagai faktor dalam konflik yang meningkat pada Februari 2022.

Sebelumnya pada hari itu, seorang sumber anonim di Kiev mengatakan kepada Reuters bahwa Zelensky telah meminta Scholz untuk tidak menelepon Moskow, dengan alasan Rusia "tidak menginginkan perdamaian sejati."

Menurut pernyataan Berlin tentang panggilan tersebut, Scholz menuntut penarikan pasukan Rusia dari Ukraina dan bersikeras Jerman akan terus mendukung Kiev.

Scholz saat ini berada di jalur yang tepat untuk menghadapi mosi tidak percaya dan pemilihan umum lebih awal setelah koalisi pemerintahannya runtuh karena perselisihan anggaran.

Berlin telah mengalihkan miliaran euro dari prioritas domestiknya ke Ukraina selama beberapa tahun terakhir.

Pendapat Kremlin tentang panggilan tersebut mencatat Putin menjelaskan akar penyebab konflik kepada Scholz dan mengatakan Moskow tetap terbuka untuk melanjutkan pembicaraan yang dihentikan Kiev.

Putin mengatakan persyaratan Rusia "sudah diketahui" dan diuraikan dalam pidatonya pada bulan Juni.

“Kemungkinan kesepakatan harus mempertimbangkan kepentingan Federasi Rusia di bidang keamanan, berangkat dari realitas teritorial baru, dan yang terpenting menghilangkan akar penyebab konflik,” ujar Kremlin.

Panggilan telepon tersebut, yang pertama sejak Desember 2022, telah dipersiapkan selama beberapa pekan dan “dikoordinasikan secara erat” dengan AS, Inggris, Prancis, dan anggota G7 lainnya, Der Spiegel melaporkan pada hari Jumat.

Panggilan telepon tersebut sengaja dijadwalkan setelah pemilu presiden AS tetapi sebelum KTT G20 di Brasil, yang seharusnya dihadiri Scholz pada hari Minggu.

Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov diperkirakan akan mewakili Rusia pada pertemuan tersebut, yang tidak mengundang Zelensky.

Baca juga: Muslim AS yang Pilih Trump Kecewa dengan Pilihan Kabinetnya yang Pro-Israel
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
KPK: Kasus Korupsi Muara...
KPK: Kasus Korupsi Muara Enim Sudah Terjadi sebelum Tahap Perencanaan dan Penganggaran
Jet Tempur F-16 AS Tembak...
Jet Tempur F-16 AS Tembak Benda Dikira UFO Pakai Rudal Rp9 Miliar, Ternyata Balon Pramuka
Rekomendasi
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Hari Kedua Diserbu Talenta Muda Berprestasi
Turnamen Futsal Bertajuk...
Turnamen Futsal Bertajuk Okezone National Championship 2026 Seri Jabodetabek Selesai Digelar
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Berita Terkini
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved