alexametrics

China Protes Pengerahan Kapal Perang AS ke Laut China Selatan

loading...
China Protes Pengerahan Kapal Perang AS ke Laut China Selatan
Kapal perusak USS Wayne E. Meyer (DDG 108) Angkatan Laut Amerika Serikat. Foto/US Navy/Mass Communication Specialist 3rd Class Danny Kelley/Handout via REUTERS
A+ A-
BEIJING - Beijing memprotes pengerahan beberapa kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di dekat pulau-pulau sengketa di Laut China Selatan. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang mengatakan tindakan Amerika telah sangat merusak kedaulatan Beijing.

"Kapal perang USS Gabrielle Giffords dari Angkatan Laut AS, pada 20 November, secara ilegal memasuki perairan dekat Kepulauan Nanshan (juga dikenal sebagai Kepulauan Spratly). Pada 21 November, kapal perusak USS Wayne E. Meyer secara sewenang-wenang menyerang perairan Kepulauan Xisha (juga dikenal sebagai Kepulauan Paracel)," kata Geng, seperti dikutip dari Sputniknews, Sabtu (23/11/2019).

Dia menekankan bahwa tindakan AS telah melanggar kedaulatan dan kepentingan keamanan China, dan merusak stabilitas kawasan Laut China Selatan.



"Situasi saat ini di Laut China Selatan stabil secara keseluruhan, dan pihak-pihak terkait fokus pada dialog dan kerja sama. Pihak China mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan provokasi semacam itu segera," papar Geng.

"China akan melakukan segala upaya yang diperlukan untuk menjaga kedaulatan dan keamanan nasional, dan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan," imbuh dia.

Selama beberapa dekade, Beijing telah memperdebatkan status sejumlah wilayah di Laut China Selatan yang diklaimnya, terutama Kepulauan Paracel dan Kepulauan Spratly, dan Scarborough Shoal.

Dalam beberapa tahun terakhir, AS telah mengerahkan kapal perangnya dekat ke pulau-pulau sengketa. Meskipun ada protes dari Beijing, Washington menyatakan bahwa kapal-kapalnya akan berlayar ke mana saja yang diizinkan oleh hukum internasional.
(mas)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak