Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS

Kamis, 20 Januari 2022 - 20:32 WIB
loading...
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kapal perusak berpeluru kendali AS, USS Benfold. Foto/Reuters
A A A
WASHINGTON - Sebuah kapal perusak berpeluru kendali Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menantang klaim kedaulatan China di dan sekitar pulau-pulau Laut China Selatan (LCS). Angkatan Laut AS mengatakan klaim tersebut melanggar hukum internasional dan menimbulkan ancaman serius bagi kebebasan di laut

"USS Benfold berlayar di sekitar Kepulauan Paracel, yang dikenal sebagai Kepulauan Xisha di China, dalam apa yang disebut Angkatan Laut sebagai operasi kebebasan navigasi (FONOP)," kata juru bicara Armada ke-7 AS, Letnan Mark Langford, dalam pernyataan itu seperti dikutip dari CNN, Kamis (20/1/2022).

Paracels adalah kumpulan dari 130 pulau karang kecil dan terumbu karang di bagian barat laut Laut China Selatan yang tidak berpenghuni. Namun garnisun militer China yang berjumlah 1.400 orang berada di sana, menurut CIA Factbook.

Pulau-pulau itu juga diklaim oleh Vietnam dan Taiwan namun tetap berada di tangan China selama lebih dari 46 tahun. Pulau-pulau telah dibentengi dengan instalasi militer Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

Baca juga: Ketegangan di Laut China Selatan Memburuk, Filipina Beli 2 Kapal Perang

Pernyataan Angkatan Laut AS mengatakan USS Benfold juga menentang klaim Vietnam dan Taiwan.

"Ketiga penggugat memerlukan izin atau pemberitahuan terlebih dahulu sebelum kapal militer terlibat dalam 'lintas damai' melalui laut teritorial. Di bawah hukum internasional kapal semua negara -- termasuk kapal perang mereka -- menikmati hak lintas damai melalui laut teritorial. Pengenaan sepihak dari setiap otorisasi atau persyaratan pemberitahuan sebelumnya untuk lintas damai adalah melanggar hukum," bunyi pernyataan Angkatan Laut AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka
China Geram Dituduh...
China Geram Dituduh Campuri Pilpres AS Menangkan Joe Biden, Sindir Balik Trump
Rekomendasi
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Segera Bergulir, Dukung Perjuangan Timnas Indonesia di VISION+
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
APBN Semester I 2026...
APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat
Berita Terkini
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved