Rusia Tak Inginkan Perang Atom, tapi Senjata Nuklirnya Siap Tempur Penuh

Minggu, 22 September 2024 - 07:41 WIB
loading...
Rusia Tak Inginkan Perang...
Rusia tak inginkan perang atom, tapi senjata nuklirnya siap tempur penuh. Foto/Layanan Pers Kementerian Pertahanan Rusia/AP Photo
A A A
MOSKOW - Pemerintah Rusia menyatakan Moskow tidak menginginkan perang nuklir, namun mengumumkan bahwa senjata nuklirnya saat ini berada dalam kesiapan tempur penuh.

Pengumuman itu disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, sebagai peringataan tidak langsung terhadap Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutu NATO atas dukungan penuh mereka kepada Ukraina.

Menurut Kampanye Internasional untuk Menghapuskan Senjata Nuklir (ICANW), perang Rusia-Ukraina merupakan bahaya nyata karena Moskow memiliki lebih banyak hulu ledak nuklir daripada negara lain.

Terlebih, Presiden Rusia Vladimir Putin dan pejabat senior Kremlin lainnya berulang kali mengancam eskalasi nuklir terhadap Kyiv dan mitra Barat-nya sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022.



Dalam sebuah wawancara dengan Sky News Arabia, Lavrov mengatakan tidak seorang pun menginginkan perang nuklir, termasuk Rusia. Namun, dia memperingatkan bahwa senjata nuklir negaranya sudah berada dalam "kesiapan tempur penuh”.

"Kami berbicara tentang garis merah, berharap bahwa penilaian dan pernyataan kami akan didengar oleh orang-orang yang cerdas dan pembuat keputusan. Tidaklah serius untuk mengatakan bahwa jika besok Anda tidak melakukan apa yang saya minta dari Anda, kami akan menekan 'tombol merah'," kata Lavrov.

“Saya yakin bahwa dalam situasi seperti itu, para pembuat keputusan memiliki gagasan tentang apa yang sedang kami bicarakan. Tidak seorang pun menginginkan perang nuklir,” katanya lagi.

“Rusia memiliki senjata yang akan memiliki implikasi serius bagi para pengendali rezim Ukraina,” imbuh dia, yang dikutip Newsweek, Minggu (22/9/2024).

Pernyataan Lavrov muncul setelah sekutu Putin lainnya, mantan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev, mengeluarkan peringatan respons nuklir baru pekan lalu.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Meski Bersitegang, AS...
Meski Bersitegang, AS Tidak Akan Tinggalkan NATO, Berikut 3 Alasannya
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
Kocak! Trump Terapkan...
Kocak! Trump Terapkan Tarif di Kepulauan Tak Dihuni Manusia, Hanya Ada Anjing Laut dan Penguin
AS Bimbang, Ini 3 Negara...
AS Bimbang, Ini 3 Negara NATO yang Masih Menghalangi Kemenangan Rusia di Ukraina
Trump Permudah Aturan...
Trump Permudah Aturan Ekspor Senjata, Dunia Terancam Perang Besar?
Negara-Negara Arab Nyatakan...
Negara-Negara Arab Nyatakan Tolak Bantu AS Serang Iran
Korsel Siaga Tinggi...
Korsel Siaga Tinggi Jelang Putusan Pemakzulan Presiden Yoon, Tempat Wisata dan Jalan Utama Ditutup
Rekomendasi
Bunda Corla Sebut Ruben...
Bunda Corla Sebut Ruben Onsu seperti Bayi Baru Lahir setelah Mualaf: Suci Tanpa Dosa
Peta Geologi Bumi dengan...
Peta Geologi Bumi dengan Lempeng Tektonik Terbaru Diterbitkan
Pemudik Motor Padati...
Pemudik Motor Padati Pantura Cirebon Pagi Ini, Lalin Masih Lancar
Berita Terkini
Demi Keamanan Nasional,...
Demi Keamanan Nasional, Staf Kedubes AS di China Dilarang Berkencan dengan Penduduk Lokal
22 menit yang lalu
Meski Bersitegang, AS...
Meski Bersitegang, AS Tidak Akan Tinggalkan NATO, Berikut 3 Alasannya
1 jam yang lalu
Taiwan Lawan Tekanan...
Taiwan Lawan Tekanan China di PBB, Tegaskan Status sebagai Negara Berdaulat
2 jam yang lalu
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
7 jam yang lalu
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
10 jam yang lalu
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
10 jam yang lalu
Infografis
4 Tentara AS Tewas saat...
4 Tentara AS Tewas saat Latihan Tempur di Dekat Sekutu Rusia
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved