Terungkap, Ini Kata-kata Terakhir Kru Kapal Selam Titan Sebelum Meledak

Selasa, 17 September 2024 - 09:34 WIB
loading...
Terungkap, Ini Kata-kata...
Puing-puing kapal selam Titan yang meledak dahsyat selama misi menjelajahi reruntuhan kapal Titanic di Atlantik Utara pada Juni 2023. Foto/via news.com.au
A A A
CHARLESTOWN - Kapal selam Titan dengan 5 kru meledak dahsyat di dasar laut setelah hilang kontak saat menuju ke reruntuhan kapal Titanic di Atlantik Utara pada Juni 2023.

Kini, kata-kata terakhir dari kru tersebut telah terungkap.

Dunia telah terpukau ketika kapal selam itu menghilang dari sonar dan gagal muncul kembali dari penyelaman 12.500 kaki di Atlantik Utara pada Juni 2023.

Lima orang kru kapal selam Titan tewas. Mereka adalah penjelajah Inggris Hamish Harding, pengusaha Inggris-Pakistan Shahzada Dawood dan putranya Suleman, kepala eksekutif operator Titan OceanGate Stockton Rush dan penjelajah laut dalam Prancis Paul-Henri Nargeolet.

Baca Juga: Buntut Meledaknya Kapal Selam OceanGate, AS-Inggris Hentikan Ekspedisi Titanic

Dalam sidang pengadilan hari Senin (16/9/2024) di Charlestown, South Carolina, Amerika Serikat (AS), sidang mendengarkan kata-kata terakhir dari kru kapal selam Titan yang diterima kru kapal pendukung Polar Prince.

Awalnya, kru Polar Prince mengatakan; "Semuanya baik-baik saja di sini."

Audio menjadi lebih tidak jelas saat kapal selam Titan turun, dan kru Polar Prince bertanya apakah kru Titan dapat melihat reruntuhan Titanic di layarnya.

Titan masih dapat mengirim satu pesan saat kapal selam itu berada di kedalaman 3.341 meter—satu setengah jam setelah memulai perjalanannya.

Pesan itu berbunyi: "Menjatuhkan dua wts" dan dikirim pada pukul 10.47 pagi.

Enam detik setelah pesan dikirim, Titan di-ping untuk terakhir kalinya di kedalaman 3.346 meter.

Tidak ada komunikasi antara kapal selam itu dan kapal Polar Prince yang menunjukkan adanya masalah atau keadaan darurat di dalam kapal selam Titan.

Kru Polar Prince mulai menyadari hal terburuk telah terjadi ketika mereka mengirim pesan ke kru Titan pada pukul 10.49 pagi yang mengatakan bahwa kapal selam itu "kehilangan jejak".

Mereka terus mengirim pesan ke kapal selam yang hancur itu setiap dua hingga tiga menit, tetapi pada pukul 11.15 pagi mereka memberi tahu kapten Polar Prince bahwa telah terjadi kehilangan komunikasi.

Pihak berwenang AS mengatakan bahwa "ledakan dahsyat" terjadi, menewaskan semua orang di dalam kapal selam Titan secara seketika.

Coast Guard pada akhirnya dipanggil pada pukul 18.27 sore setelah kapal Polar Prince menghabiskan waktu tiga jam untuk melakukan pencarian kapal selam Titan.

Sisa-sisa jasad manusia dilaporkan ditemukan dari dasar laut dalam dua operasi pemulihan Titan.

Sisa-sisa jasad tersebut tersebut dibawa ke darat dan dicocokkan dengan profil korban di atas kapal selam.

Kapal Selam Titan Pernah Bermasalah Sebelumnya


Sidang juga mendengar bahwa pada tahun 2018 kapal selama Titan disambar petir yang meninggalkan "pukulan signifikan pada strukturnya".

Hal itu menyebabkannya gagal dalam uji coba dengan selisih yang besar.

Dekompresi cepat juga terjadi selama fase pengujian proyek beberapa tahun sebelumnya, demikian yang didengar dalam sidang tersebut.

OceanGate, perusahaan yang membangun Titan, merilis pernyataan yang menyampaikan belasungkawa terdalam mereka kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari mereka yang meninggal.

"Tidak ada kata-kata yang dapat meringankan kehilangan yang dialami oleh keluarga yang terkena dampak kecelakaan tragis ini," kata perusahaan itu melalui juru bicaranya.

Sidang dijadwalkan berlangsung selama dua minggu.

Selama hari pertama penyelidikan atas misi fatal Juni 2023 terungkap bahwa kapal selam Titan telah mengalami lusinan masalah pada ekspedisi sebelumnya, sebagaimana dilaporkan New York Times, Selasa (17/9/2024).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Trump Sebut Aset Iran...
Trump Sebut Aset Iran Akan Dikendalikan AS, Ini Respons Keras Teheran
Rekomendasi
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Cristiano Ronaldo Mengamuk,...
Cristiano Ronaldo Mengamuk, Portugal Pulangkan Uzbekistan
Ichsanuddin Noorsy:...
Ichsanuddin Noorsy: UGM Berada di Titik Nadir dalam Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved