Langka, China Kerahkan 3 Kapal Induk Sekaligus, Ada Apa?

Kamis, 12 September 2024 - 08:02 WIB
loading...
A A A
"Diyakini bahwa kapal induk [Shandong] berlayar untuk menghindari Topan Yagi, yang melanda wilayah tersebut selama akhir pekan," kata peneliti di Vietnam.

Topan tersebut menghantam Hainan pada hari Jumat, dan merupakan topan musim gugur terkuat yang mendarat di China sejak tahun 1949.

Namun, kapal induk tersebut terlihat di perairan sejauh 229 mil di tenggara Sanya pada hari Minggu. Bulan lalu, kapal induk tersebut dan tiga kapal perang lainnya sedang berlayar di Laut Filipina selama dua hari sebelum kembali ke Laut China Selatan, yang merupakan wilayah operasinya yang biasa.

Pada hari Senin, media pemerintah China merilis sebuah video tanpa tanggal yang memperlihatkan CNS Shandong dan kelompok penyerangnya melakukan apa yang disebutnya "latihan tempur" di Laut China Selatan dan Samudra Pasifik Barat, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan beroperasi di laut lepas.

Flat-tops tersebut merupakan kapal induk pertama yang dibangun di dalam negeri China. Pembangunan dimulai pada tahun 2013, dan kapal induk seberat 66.000 hingga 70.000 ton itu diluncurkan pada tahun 2017.

Ia secara resmi mulai beroperasi di Angkatan Laut China pada tahun 2019 setelah uji coba laut yang dimulai pada tahun 2018.

Sementara itu, CNS Fujian, kapal induk terbaru China, terlihat mendekati Laut Bohai pada hari Sabtu.

Kapal tersebut beroperasi lebih jauh ke utara di wilayah perairan tersebut pada hari Senin, menurut citra satelit.

CNS Fujian mulai melaut untuk uji coba laut keempatnya pada 3 September.

Pembangunan Fujian dimulai di Shanghai pada tahun 2017, dan diluncurkan lima tahun kemudian. CNS Fujian, yang dinamai menurut provinsi tersebut, memiliki ketapel yang meluncurkan pesawat sayap tetapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Indonesia Perkuat Kerja...
Indonesia Perkuat Kerja Sama Sosial Ekonomi Perbatasan dengan Malaysia
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Smotrich Serukan Penghancuran Gedung-Gedung di Ibu Kota Beirut
Rekomendasi
Daftar Wakil Indonesia...
Daftar Wakil Indonesia yang Lolos ke BWF World Championships 2026
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Berita Terkini
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Infografis
3 Negara Mayoritas Islam...
3 Negara Mayoritas Islam Terjebak Utang China, Indonesia Tembus Rp326 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved