Langka, China Kerahkan 3 Kapal Induk Sekaligus, Ada Apa?

Kamis, 12 September 2024 - 08:02 WIB
loading...
A A A
Baik Liaoning maupun Shandong menggunakan jalur ski-jump yang kurang efisien untuk lepas landas pesawat.

Ketapel CNS Fujian ditenagai oleh sistem elektromagnetik. Ini adalah yang kedua di dunia, setelah kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat (AS); USS Gerald R Ford, yang memiliki teknologi canggih tersebut.

Namun, CNS Fujian memiliki tiga lintasan peluncuran, sedangkan USS Gerald R Ford memiliki empat lintasan.

Kapal induk China yang belum resmi ditugaskan tersebut memiliki bobot lebih dari 80.000 ton dalam muatan penuh, yang merupakan yang terbesar di antara tiga kapal induk Beijing.

Sebagai perbandingan, semua kapal induk Angkatan Laut AS—kelas Nimitz dan kelas Gerald R. Ford—berbobot 100.000 ton.

Ketiga kapal induk China menggunakan tenaga konvensional, sementara setiap kapal induk Amerika yang beroperasi dan FS Charles de Gaulle "flat-tops" Prancis menggunakan tenaga reaktor nuklir. Kapal induk Barat dapat berada di laut dalam waktu lama tanpa perlu mengisi bahan bakar.

Laporan tentang semua kapal induk China yang sedang berlayar pada saat yang sama muncul setelah Angkatan Laut AS menghadapi apa yang disebut "kesenjangan kekuatan laut" di Samudra Pasifik Barat yang diperebutkan.

Tidak satu pun dari enam kapal induk Amerika yang bermarkas di Pantai Barat berada di Samudra Pasifik Barat hingga minggu lalu, menurut pembaruan mingguan Newsweek,Kamis (12/9/2024). Dua di antaranya telah dialihkan dari penempatan terjadwal di wilayah tersebut ke Timur Tengah yang penuh ketegangan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Kisah Curacao Negara...
Kisah Curacao Negara Berpenduduk 150.000 Jiwa, Dulu Dikalahkan Timnas Indonesia Kini Tampil di Piala Dunia 2026
Rekomendasi
Daftar Wakil Indonesia...
Daftar Wakil Indonesia yang Lolos ke BWF World Championships 2026
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
Berita Terkini
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved