10 Fakta yang Mungkin Tidak Anda Ketahui tentang Vatikan
Rabu, 04 September 2024 - 13:01 WIB
loading...
A
A
A
Saat itulah Paus Julius II, mengikuti jejak banyak istana Eropa saat itu, menyewa salah satu pasukan bayaran Swiss untuk perlindungan pribadinya.
Peran Garda Swiss di Kota Vatikan semata-mata untuk melindungi keselamatan paus. Meskipun pasukan terkecil di dunia ini tampaknya hanya bersifat seremonial, para prajuritnya terlatih secara ekstensif dan merupakan penembak jitu yang sangat terampil.
Dan, ya, pasukan ini sepenuhnya terdiri dari warga negara Swiss.
Pada tahun 1277, lorong tertutup yang ditinggikan sepanjang setengah mil, Passetto di Borgo, dibangun untuk menghubungkan Vatikan dengan Castel Sant'Angelo yang dibentengi di tepi Sungai Tiber.
Lorong ini berfungsi sebagai rute pelarian bagi para paus, terutama pada tahun 1527 ketika lorong ini kemungkinan menyelamatkan nyawa Paus Clement VII selama penjarahan Roma.
Ketika pasukan Kaisar Romawi Suci Charles V mengamuk di kota dan membunuh para pendeta dan biarawati, Garda Swiss menahan musuh cukup lama untuk memungkinkan Clement mencapai Castel Sant'Angelo dengan selamat, meskipun 147 pasukan paus tewas dalam pertempuran itu.
Pada tahun 2011, jumlah orang dengan kewarganegaraan Vatikan berjumlah 594 orang. Jumlah tersebut termasuk 71 kardinal, 109 anggota Garda Swiss, 51 anggota pendeta, dan satu biarawati di dalam tembok Vatikan.
Namun, kelompok warga negara terbesar adalah 307 anggota pendeta yang menduduki jabatan diplomatik di seluruh dunia.
Dengan Benediktus XVI yang bermukim sebagai paus emeritus di Vatikan, populasinya akan bertambah satu orang saat paus baru diangkat.
Seiring dengan perluasan Roma, polusi cahaya dari kota tersebut membuat para astronom di Observatorium Vatikan yang terletak 15 mil dari kota di kediaman musim panas kepausan di Castel Gandolfo, semakin sulit untuk mengamati langit malam.
Oleh karena itu, pada tahun 1981, observatorium tersebut membuka pusat penelitian kedua di Tucson, Arizona.
Vatikan melakukan penelitian astronomi dengan teleskop canggih yang berada di puncak Gunung Graham di Arizona tenggara.
Baca juga: Penghapusan Peta Tepi Barat oleh Netanyahu Picu Kecaman Dunia
Peran Garda Swiss di Kota Vatikan semata-mata untuk melindungi keselamatan paus. Meskipun pasukan terkecil di dunia ini tampaknya hanya bersifat seremonial, para prajuritnya terlatih secara ekstensif dan merupakan penembak jitu yang sangat terampil.
Dan, ya, pasukan ini sepenuhnya terdiri dari warga negara Swiss.
8. Para Paus Melarikan Diri Melalui Lorong Rahasia
Pada tahun 1277, lorong tertutup yang ditinggikan sepanjang setengah mil, Passetto di Borgo, dibangun untuk menghubungkan Vatikan dengan Castel Sant'Angelo yang dibentengi di tepi Sungai Tiber.
Lorong ini berfungsi sebagai rute pelarian bagi para paus, terutama pada tahun 1527 ketika lorong ini kemungkinan menyelamatkan nyawa Paus Clement VII selama penjarahan Roma.
Ketika pasukan Kaisar Romawi Suci Charles V mengamuk di kota dan membunuh para pendeta dan biarawati, Garda Swiss menahan musuh cukup lama untuk memungkinkan Clement mencapai Castel Sant'Angelo dengan selamat, meskipun 147 pasukan paus tewas dalam pertempuran itu.
9. Mayoritas dari 600 Warga Kota Vatikan Tinggal di Luar Negeri
Pada tahun 2011, jumlah orang dengan kewarganegaraan Vatikan berjumlah 594 orang. Jumlah tersebut termasuk 71 kardinal, 109 anggota Garda Swiss, 51 anggota pendeta, dan satu biarawati di dalam tembok Vatikan.
Namun, kelompok warga negara terbesar adalah 307 anggota pendeta yang menduduki jabatan diplomatik di seluruh dunia.
Dengan Benediktus XVI yang bermukim sebagai paus emeritus di Vatikan, populasinya akan bertambah satu orang saat paus baru diangkat.
10. Observatorium Vatikan Memiliki Teleskop di Arizona
Seiring dengan perluasan Roma, polusi cahaya dari kota tersebut membuat para astronom di Observatorium Vatikan yang terletak 15 mil dari kota di kediaman musim panas kepausan di Castel Gandolfo, semakin sulit untuk mengamati langit malam.
Oleh karena itu, pada tahun 1981, observatorium tersebut membuka pusat penelitian kedua di Tucson, Arizona.
Vatikan melakukan penelitian astronomi dengan teleskop canggih yang berada di puncak Gunung Graham di Arizona tenggara.
Baca juga: Penghapusan Peta Tepi Barat oleh Netanyahu Picu Kecaman Dunia
(sya)
Lihat Juga :