Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:35 WIB
loading...
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Bagher Ghalibaf merupakan negosiator Iran yang mampu menundukkan AS. Foto/X/@RT_com
A A A
TEHERAN - Ketika delegasi Iran mendarat di Zurich, Swiss pada akhir pekan, kepala negosiator Mohammad Bagher Ghalibaf adalah orang pertama yang turun dari pesawat, diikuti oleh menteri luar negeri dan para pejabat tinggi lainnya.

Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS

1. Pandai Bermain Narasi

Tak lama kemudian, Ghalibaf mengunggah foto di X, menunjukkan dirinya berjalan di landasan pacu di depan pesawat, badan pesawatnya dihiasi bendera Iran dan tagar “#Mindab168” – merujuk pada serangan AS terhadap sebuah sekolah dasar di Iran selatan pada bulan Maret.

“Saya menganggap anak-anak tak berdosa di Mindab dan semua martir Iran tercinta mengawasi setiap tindakan saya,” tulisnya di X.

Ghalibaf, ketua parlemen Iran yang berpengaruh, memimpin negara itu dalam fase selanjutnya yang rumit dari pembicaraan dengan AS setelah hampir empat bulan perang.

Pria berusia 64 tahun itu muncul sebagai salah satu tokoh paling senior di Iran setelah gelombang pembunuhan pemimpin-pemimpin tinggi Iran oleh AS dan Israel. Mantan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan Ali Larijani, arsitek utama strategi militer dan diplomatik Iran, keduanya tewas akibat serangan udara.

“Ghalibaf akhirnya mencapai posisi yang sangat berpengaruh melalui proses eliminasi. Dia beberapa kali mengincar kursi kepresidenan tetapi dikalahkan oleh para pesaing yang sejak itu disingkirkan dari panggung politik oleh perang,” kata Ali Vaez, direktur proyek Iran di International Crisis Group.


2. Mantan Komandan IRGC

Seiring dengan meningkatnya kekuatan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) setelah serangan AS-Israel, Ghalibaf, mantan komandan angkatan udara dan seorang pragmatis konservatif, ikut naik pangkat.

Ia kini duduk di meja perundingan dengan para pemimpin Amerika yang memerintahkan pembunuhan banyak rekannya.

Keputusan awal untuk menugaskan Ghalibaf dalam perundingan tampaknya disebabkan oleh kebutuhan AS akan seseorang yang lebih senior daripada menteri luar negeri Iran untuk hadir, sehingga Washington dapat membenarkan pengiriman Wakil Presiden JD Vance, menurut Ali Ahmadi, seorang peneliti di Pusat Kebijakan Keamanan Jenewa dan Institut Timur Tengah Swiss. Berbicara kepada CNN, ia mencatat bahwa duo perunding Trump yang biasa, utusan khusus Jared Kushner dan Steve Witkoff, memiliki kredibilitas yang "sangat terbatas" di mata Iran.

Pemerintahan Trump juga kemungkinan menganggap Ghalibaf sebagai "salah satu dari sedikit pejabat Iran yang menggabungkan pengaruh nyata dengan watak pragmatis," kata Vaez.

Ghalibaf bertemu Vance di Islamabad pada bulan April – pertemuan tatap muka tingkat tertinggi antara pejabat Iran dan Amerika sejak Revolusi Islam tahun 1979.
“Selama periode itu, kami mengadakan tiga putaran negosiasi trilateral yang dilakukan secara tatap muka di hadapan para mediator,” kata Ghalibaf dalam sebuah wawancara dengan penyiar negara Iran IRIB pada hari Rabu.

Meskipun demikian, kepercayaan yang terjalin sangat minim.

“Di Islamabad, saya mengatakan langsung kepada Tuan Vance: ‘Kami memasuki negosiasi ini dengan ketidakpercayaan sepenuhnya kepada Anda,’” katanya.

Selama akhir pekan, Ghalibaf menunjukkan bahwa meskipun seorang pragmatis, ia tidak akan memberikan kemenangan mudah bagi Amerika Serikat.
Selama panggilan telepon dengan Fox News pada hari Minggu, Presiden AS Donald Trump tampaknya mengancam Iran – dan bahkan para negosiatornya yang bertemu dengan Vance di Swiss – jika Selat Hormuz tidak dibuka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
Iran Hancurkan Markas...
Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran
AS Berambisi Caplok...
AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Sampaikan Belasungkawa,...
Sampaikan Belasungkawa, Menlu RI Tekankan Peran Sheikh Hamad bagi Persahabatan Indonesia-Qatar
Trump Kumpulkan Pejabat...
Trump Kumpulkan Pejabat AS di Situation Room Gedung Putih, Bahas Serangan Dahsyat ke Iran
Rekomendasi
Alumni KPK Masuk Tim...
Alumni KPK Masuk Tim Khusus Usut Kasus Febrie Adriansyah, Budi Prasetyo: Progres yang Positif
Amien Desak Prabowo...
Amien Desak Prabowo Perintahkan KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
Air Mata Antonela dan...
Air Mata Antonela dan Messi Warnai Malam Bersejarah Argentina
Berita Terkini
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
2 Jenderal Militer Ditangkap...
2 Jenderal Militer Ditangkap karena Korupsi Proyek Senilai Rp1,2 Triliun
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Iran Hancurkan Markas...
Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved