Italia, Inggris, Prancis, dan Jerman Peringatkan Situasi di Tepi Barat Memburuk

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:25 WIB
loading...
Italia, Inggris, Prancis,...
Pasukan Israel menghancurkan rumah warga Palestina berlantai dua di desa Ed-Deirat, bagian dari kota Yatta di Tepi Barat selatan pada 4 Mei 2026, di Hebron, Palestina. Foto/Wisam Hashlamoun/Anadolu Agency
A A A
ROMA - Italia, Inggris, Prancis, dan Jerman memperingatkan situasi di Tepi Barat yang diduduki telah "memburuk secara signifikan" dalam beberapa bulan terakhir. Peringatan itu muncul di tengah meningkatnya kekerasan pemukim dan kebijakan Israel yang menurut mereka merusak stabilitas dan prospek perdamaian.

Dalam pernyataan bersama, keempat negara Eropa tersebut mengatakan aktivitas permukiman Israel — termasuk rencana pembangunan di daerah yang disebut E1 — akan melanggar hukum internasional dan semakin memecah belah wilayah tersebut, membahayakan kemungkinan terbentuknya negara Palestina yang layak.

E1 adalah area seluas sekitar 12 kilometer persegi (4,6 mil persegi) di Tepi Barat yang diduduki antara Yerusalem Timur dan permukiman Israel Maale Adumim.

Otoritas Israel telah lama mempromosikan rencana untuk membangun ribuan unit perumahan dan infrastruktur terkait di sana untuk memperkuat hubungan antara permukiman dan Yerusalem.

"Pembangunan permukiman E1 akan membagi Tepi Barat menjadi dua dan menandai pelanggaran serius terhadap hukum internasional," kata pernyataan itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Fasilitas Baru Arab...
Fasilitas Baru Arab Saudi, Umrah Berkali-kali dalam Setahun Cukup Ajukan Visa 1 Kali
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pimpin Pengembangan Ekosistem SAF di ASEAN
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Pesta 7 Gol ke Gawang Timor Leste
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved