10 Fakta yang Mungkin Tidak Anda Ketahui tentang Vatikan
Rabu, 04 September 2024 - 13:01 WIB
loading...
A
A
A
Obelisk, yang terbuat dari sepotong granit merah dengan berat lebih dari 350 ton, didirikan untuk seorang firaun Mesir lebih dari 3.000 tahun yang lalu.
Pada tahun 1586, obelisk tersebut dipindahkan ke lokasinya saat ini di Lapangan Santo Petrus, di mana obelisk tersebut berfungsi ganda sebagai jam matahari raksasa.
Para paus memerintah atas sekumpulan Negara Kepausan yang berdaulat di seluruh Italia bagian tengah hingga negara tersebut bersatu pada tahun 1870.
Pemerintah sekuler yang baru telah menyita semua tanah Negara Kepausan kecuali sepetak kecil wilayah Vatikan, dan perang dingin kemudian pecah antara gereja dan pemerintah Italia.
Para paus menolak mengakui otoritas Kerajaan Italia, dan Vatikan tetap berada di luar kendali nasional Italia.
Paus Pius IX menyatakan dirinya sebagai "tawanan Vatikan," dan selama hampir 60 tahun para paus menolak untuk meninggalkan Vatikan dan tunduk pada otoritas pemerintah Italia.
Ketika pasukan Italia hadir di Lapangan Santo Petrus, para paus bahkan menolak memberikan berkat atau muncul dari balkon yang menghadap ke ruang publik.
Perselisihan antara pemerintah Italia dan Gereja Katolik berakhir pada tahun 1929 dengan penandatanganan Pakta Lateran, yang memungkinkan Vatikan untuk berdiri sebagai negara berdaulatnya sendiri dan memberi kompensasi kepada gereja sebesar USD92 juta (lebih dari USD1 miliar dalam nilai uang saat ini) untuk Negara Kepausan.
Vatikan menggunakan pembayaran tersebut sebagai uang awal untuk menumbuhkan kembali pundi-pundinya.
Mussolini, kepala pemerintahan Italia, menandatangani perjanjian tersebut atas nama Raja Victor Emmanuel III.
Bahkan setelah pembangunan Basilika Santo Petrus yang asli, para paus terutama tinggal di Istana Lateran di seberang Roma.
Mereka bahkan meninggalkan kota itu sama sekali pada tahun 1309 ketika istana kepausan pindah ke Avignon, Prancis, setelah Raja Philip IV mengatur agar seorang kardinal Prancis terpilih menjadi paus. Tujuh paus, semuanya orang Prancis, memerintah dari Avignon, dan kepausan tidak kembali ke Roma sampai tahun 1377, saat Istana Lateran telah terbakar dan Vatikan mulai digunakan sebagai kediaman kepausan.
Akan tetapi, banyak pekerjaan perbaikan yang perlu dilakukan, karena Vatikan telah rusak parah sehingga serigala menggali mayat di kuburan dan sapi bahkan berkeliaran di basilika.
Garda Swiss, yang dikenal dengan baju zirahnya dan seragam era Renaisans yang berwarna-warni, telah melindungi paus sejak tahun 1506.
Pada tahun 1586, obelisk tersebut dipindahkan ke lokasinya saat ini di Lapangan Santo Petrus, di mana obelisk tersebut berfungsi ganda sebagai jam matahari raksasa.
4. Selama Hampir 60 Tahun pada Tahun 1800-an dan 1900-an, Para Paus Menolak Meninggalkan Vatikan
Para paus memerintah atas sekumpulan Negara Kepausan yang berdaulat di seluruh Italia bagian tengah hingga negara tersebut bersatu pada tahun 1870.
Pemerintah sekuler yang baru telah menyita semua tanah Negara Kepausan kecuali sepetak kecil wilayah Vatikan, dan perang dingin kemudian pecah antara gereja dan pemerintah Italia.
Para paus menolak mengakui otoritas Kerajaan Italia, dan Vatikan tetap berada di luar kendali nasional Italia.
Paus Pius IX menyatakan dirinya sebagai "tawanan Vatikan," dan selama hampir 60 tahun para paus menolak untuk meninggalkan Vatikan dan tunduk pada otoritas pemerintah Italia.
Ketika pasukan Italia hadir di Lapangan Santo Petrus, para paus bahkan menolak memberikan berkat atau muncul dari balkon yang menghadap ke ruang publik.
5. Benito Mussolini Menandatangani Pembentukan Kota Vatikan
Perselisihan antara pemerintah Italia dan Gereja Katolik berakhir pada tahun 1929 dengan penandatanganan Pakta Lateran, yang memungkinkan Vatikan untuk berdiri sebagai negara berdaulatnya sendiri dan memberi kompensasi kepada gereja sebesar USD92 juta (lebih dari USD1 miliar dalam nilai uang saat ini) untuk Negara Kepausan.
Vatikan menggunakan pembayaran tersebut sebagai uang awal untuk menumbuhkan kembali pundi-pundinya.
Mussolini, kepala pemerintahan Italia, menandatangani perjanjian tersebut atas nama Raja Victor Emmanuel III.
6. Para Paus Tidak Tinggal di Vatikan sampai Abad ke-14
Bahkan setelah pembangunan Basilika Santo Petrus yang asli, para paus terutama tinggal di Istana Lateran di seberang Roma.
Mereka bahkan meninggalkan kota itu sama sekali pada tahun 1309 ketika istana kepausan pindah ke Avignon, Prancis, setelah Raja Philip IV mengatur agar seorang kardinal Prancis terpilih menjadi paus. Tujuh paus, semuanya orang Prancis, memerintah dari Avignon, dan kepausan tidak kembali ke Roma sampai tahun 1377, saat Istana Lateran telah terbakar dan Vatikan mulai digunakan sebagai kediaman kepausan.
Akan tetapi, banyak pekerjaan perbaikan yang perlu dilakukan, karena Vatikan telah rusak parah sehingga serigala menggali mayat di kuburan dan sapi bahkan berkeliaran di basilika.
7. Garda Swiss Disewa sebagai Pasukan Bayaran
Garda Swiss, yang dikenal dengan baju zirahnya dan seragam era Renaisans yang berwarna-warni, telah melindungi paus sejak tahun 1506.
Lihat Juga :