alexametrics

Trump Lenyapkan Ekonomi Turki jika Lakukan Hal Terlarang di Suriah

loading...
Trump Lenyapkan Ekonomi Turki jika Lakukan Hal Terlarang di Suriah
Presiden Donald John Trump (kiri) dan pasukan gabungan Amerika Serikat dengan Turki yang beroperasi di perbatasan Suriah-Turki. Foto/REUTERS/Leah Millis/Murad Sezer
A+ A-
WASHINGTON - Presiden Donald John Trump membela keputusannya untuk menarik pasukan Amerika Serikat (AS) dari perbatasan utara Suriah. Orang nomor satu Amerika itu juga mengancam akan melenyapkan ekonomi Tukri jika Ankara melakukan sesuatu di Suriah yang dianggapnya terlarang.

"Seperti yang telah saya nyatakan sebelumnya, dan hanya untuk mengulangi, jika Turki melakukan sesuatu yang menurut saya, dengan kearifan saya yang besar dan tak tertandingi, dianggap terlarang, saya akan benar-benar menghancurkan dan melenyapkan ekonomi Turki (yang telah saya lakukan sebelumnya!). Mereka harus, dengan Eropa dan lainnya, mengawasi...," kata Trump hari Senin yang dikutip dari akun Twitter-nya, @realDonaldTrump, Selasa (8/10/2019).

".... para petempur dan keluarga ISIS yang ditangkap. AS telah melakukan jauh lebih banyak daripada yang bisa diharapkan siapa pun, termasuk menangkap 100 persen dari Kekhalifahan ISIS. Sekarang saatnya bagi orang lain di wilayah ini, sebagian dari kekayaan besar, untuk melindungi wilayah mereka sendiri. Amerika Serikat hebat!," lanjut tweet Trump.



Militer AS mulai menarik pasukan dari Suriah utara pada hari Senin, membuka jalan untuk apa yang Gedung Putih sebut sebagai operasi Turki yang telah direncanakan di daerah tersebut. Pentagon mengeluarkan pernyataan pada hari Senin yang menjelaskan bahwa mereka tidak akan mendukung operasi semacam itu.

Anggota parlemen dari Demokrat dan Republik mengecam rencana presiden Trump, yang dianggap sebagai pengkhianatan karena meninggalkan pasukan Kurdi yang telah memimpin pertempuran melawan teroris ISIS.

Keputusan Trump juga dianggap wujud belas kasihan Amerika Serikat atas militer Turki. Turki telah lama menganggap petempur Kurdi di Suriah sebagai ancaman dan para ahli pada hari Senin mengatakan kepada NBC News bahwa penarikan pasukan AS dapat membuat wilayah tersebut tidak stabil.

Trump, yang berbicara kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melalui telepon sebelum pengumuman hari Minggu, tidak mengatakan tindakan Turki apa yang akan dianggapnya "terlarang."

Pada acara Gedung Putih Senin malam, Trump ditanya mengapa ia berpihak pada Turki daripada dengan sekutu yang telah berperang melawan ISIS selama bertahun-tahun. "Saya tidak berpihak pada siapa pun," jawab Trump.

Dia juga mengatakan bahwa dia memberi tahu Erdogan jika ada orang Amerika yang terluka akan ada masalah besar. Menurutnya, AS akan mencoba untuk melindungi Kurdi terhadap militer Turki.

"Bangsa Kurdi adalah musuh alami (dengan Turki), mereka telah berjuang selama ratusan tahun. Kami menyisipkan diri ke dalam perang, dan perang suku, dan revolusi, mereka bukan jenis hal yang Anda selesaikan dengan cara yang Anda ingin selesaikan," ujarnya. "China dan Rusia suka bahwa kita macet."

Trump juga menepis anggapan bahwa para pejabat militer AS dibutakan oleh langkah tersebut. "Saya berkonsultasi dengan semua orang," katanya. "Saya selalu berkonsultasi dengan semua orang," ujarnya.
(mas)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak