alexametrics

Senator Desak Pentagon Perluas Penjualan Jet Tempur F-35 ke Asing

loading...
Senator Desak Pentagon Perluas Penjualan Jet Tempur F-35 ke Asing
Pesawat jet tempur F-35A saat menjalani tes perdana di Pangkalan Udara Misawa, Jepang. Foto/US Air Force/Staff Sgt Deana Heitzman
A+ A-
WASHINGTON - Beberapa senator Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik mendesak Pentagon untuk memperluas penjualan jet tempur siluman F-35 kepada asing. Tujuannya, untuk menciptakan koalisi sekutu yang lebih kuat.

Dalam sepucuk surat yang dikirimkan kepada Menteri Pertahanan Mark Esper pekan ini, Senator Republik Marco Rubio dari Florida dan Pat Toomey dari Pennsylvania mengatakan AS akan mendapat manfaat dengan memiliki lebih banyak F-35 di jalur penerbangan di seluruh dunia.

"Strategi Pertahanan Nasional memperjelas bahwa Amerika Serikat harus memperkuat aliansi dan menarik mitra baru untuk beradaptasi dengan persaingan strategis jangka panjang yang diajukan oleh China dan Rusia," bunyi surat para senator tersebut.



"Kami percaya bahwa memperluas program F-35 menawarkan cara penting untuk mencapai ini, terutama bagi pemerintah yang bereputasi baik dengan Amerika Serikat yang terancam oleh China dan Rusia," lanjut surat tersebut, yang dikutip dari Military.com, Minggu (11/8/2019).

Senator lain yang ikut meneken surat itu termasuk Senator Republik Ted Cruz dari Texas; Tom Cotton dari Arkansas; Marsha Blackburn dari Tennessee; Susan Collins dari Maine; Mike Lee dari Utah; dan Shelley Moore Capito dari Virginia Barat.

Menurut para senator, ekspansi penjualan peralatan militer AS ke asing juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Pemerintah asing tidak hanya akan mendapatkan jet tempur multi-peran paling canggih di dunia, mereka juga akan memperdalam hubungan pertahanan mereka dengan Amerika Serikat, meningkatkan interoperabilitas militer mereka dengan milik kami, dan meningkatkan kapasitas mereka untuk mencegah agresi asing," tulis para senator dalam surat tersebut.

"Sebagai imbalan untuk semua ini, Amerika Serikat memperkuat keamanannya dan menerima dorongan untuk pekerjaan, ekspor, dan pangkalan industri pertahanan Amerika," lanjut surat itu.

Seruan para senator untuk ekspansi penjualan F-35 muncul tak lama setelah Pentagon kehilangan salah satu negara mitra F-35, Turki yang juga sekutu AS di keanggotaan NATO.

Departemen Pertahanan AS pada bulan lalu secara resmi mengeluarkan Turki dari program F-35 karena membeli sistem rudal S-400 Rusia.

Belgia dan Polandia adalah pelanggan baru, tetapi bukan mitra resmi program F-35.

sedangkan Jepang telah menyatakan minatnya untuk menjadi mitra resmi program jet tempur tersebut. Namun, kemungkinan Pentagon tidak akan mengabulkan permintaan Jepang karena negara-negara lain seperti Israel dan Korea Selatan akan meminta hal serupa.

Produsen jet tempur F-35, Lockheed Martin, pada hari Jumat tidak berkomentar mengenai calon mitra baru pengganti Turki, atau apakah perusahaan itu mengejar peran kemitraan yang lebih besar untuk negara-negara tertentu.

"Kami memahami bahwa ekspansi F-35 di masa depan kemungkinan akan dicapai dengan menambahkan negara Penjualan Militer Asing (FMS) baru atau meningkatkan penjualan ke negara-negara yang sudah ada dalam program F-35," imbuh para senator.

"Kami memuji laporan yang menunjukkan bahwa departemen Anda sudah mengambil beberapa langkah ini dan mendorong Anda untuk memperluas upaya-upaya itu, memahami bahwa negara mana pun yang berpotensi membeli F-35 tidak boleh mendapatkan S-400 atau sistem serupa."
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak