Kurangi Ketergantungan dari AS dan Rusia, India Akan Produksi Ribuan Senjata dan Misil Lokal

Kamis, 18 Juli 2024 - 21:10 WIB
loading...
Kurangi Ketergantungan...
India memproduksi ribuan senjata dan misil secara lokal. Foto/Reuters
A A A
NEW DELHI - Kementerian Pertahanan India telah mengidentifikasi daftar baru barang-barang pertahanan yang akan dibeli dari vendor lokal sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan produksi dalam negeri dan mengurangi impor. Daftar 346 item yang akan diwajibkan untuk dibeli dari vendor lokal akan memiliki “nilai substitusi impor” senilai sekitar USD125 juta.

Barang-barang yang ada dalam daftar tersebut meliputi berbagai komponen dan suku cadang serta bahan baku. Kontrak tersebut akan dilaksanakan oleh perusahaan pertahanan milik negara, dengan potensi keterlibatan usaha menengah dan kecil. “Hal ini akan memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi di bidang pertahanan dan mengurangi ketergantungan impor,” kata Kementerian Pertahanan India, dilansir RT.

Baca Juga: Federasi Muslim Rusia Kecam Imam yang Menganjurkan Pemukulan terhadap Istri

Ini adalah daftar produk kelima yang diidentifikasi oleh militer negara tersebut untuk pengadaan lokal di bawah inisiatif pemerintah ‘Atmanirbharta’ (kemandirian). Empat daftar lainnya mencakup lebih dari 4.600 item, dan hampir 3.000 di antaranya merupakan produk lokal. Selain itu, satu set daftar berisi 500 item diidentifikasi secara terpisah oleh Departemen Urusan Militer. Ini mencakup sistem, sensor, senjata, dan amunisi yang sangat kompleks.

Secara keseluruhan, menurut Kementerian Pertahanan, lebih dari 36.000 item telah disetujui untuk dilokalkan pada bulan Juni 2024, sepertiganya telah menjadi produk lokal. Sejauh ini, hal ini memungkinkan produsen pertahanan India untuk memesan senilai lebih dari 75 miliar rupee (USD900 juta) ke vendor dalam negeri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Mengejutkan! 92% Warga...
Mengejutkan! 92% Warga Israel Yakin Negaranya Kalah Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Ade Darmawan Yakin Jokowi...
Ade Darmawan Yakin Jokowi Kecewa Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Kejari Jaksel
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved