AS Kian Terkucil, 13 Negara Anggota DK PBB Tolak Sanksi untuk Iran

Minggu, 23 Agustus 2020 - 06:06 WIB
loading...
AS Kian Terkucil, 13...
Menlu AS Mike Pompeo. Foto/REUTERS
A A A
NEW YORK - Amerika Serikat (AS) semakin terkucil terkait upayanya menerapkan kembali sanksi internasional pada Iran karena 13 negara anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menolaknya.

13 negara itu berpendapat langkah AS itu tidak sah karena menggunakan proses dalam kesepakatan nuklir yang Washington telah keluar darinya pada dua tahun silam. DK PBB memiliki 15 negara anggota, sehingga 13 negara anggota itu merupakan suara mayoritas.

“Dalam 24 jam sejak Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo meluncurkan 30 hari menuju penerapan kembali sanksi PBB pada Iran, sebanyak 13 negara itu telah menulis surat penolakannya,” ungkap laporan Reuters.

Sanksi PBB pada Iran itu termasuk embargo senjata. 13 negara yang menentang langkah AS adalah Inggris, Prancis, Jerman, Belgia, China, Rusia, Vietnam, Nigeria, Saint Vincent dan Granada, Afrika Selatan, Indonesia, Estonia dan Tunisia.

AS menuduh Iran melanggar kesepakatan nuklir 2015 dengan kekuatan dunia. Namun Presiden Donald Trump membawa AS keluar dari kesepakatan itu pada 2018 dan kembali menerapkan sanksi AS pada Iran secara sepihak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Perkenalkan Sally, Robot...
Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
AS Sempat Tunda Mengebom...
AS Sempat Tunda Mengebom Iran demi Nonton Final Piala Dunia
Ikuti Arab Saudi, Kuwait...
Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Israel Tembak Jatuh...
Israel Tembak Jatuh Rudal Iran, Ancam Beri Respons dengan Kekuatan Penuh
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
Wabah Ebola RD Kongo...
Wabah Ebola RD Kongo Tembus 2.000 Kasus, Tewaskan 754 Korban
Lagu Kebangsaan Spanyol...
Lagu Kebangsaan Spanyol Tak Punya Lirik, Bagaimana Cara Nyanyinya?
Rekomendasi
Adakah Hak atas Harta...
Adakah Hak atas Harta bagi Anak dan Istri Siri Bila Terjadi Perceraian?
Kedekatan Fuji dan Rakin...
Kedekatan Fuji dan Rakin Khan Disorot, Begini Respons Haji Faisal
Sukses Teknologi Perluas...
Sukses Teknologi Perluas Distribusi DWAY, PT Delta Perkuat Akses Produk Resmi
Berita Terkini
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Perkenalkan Sally, Robot...
Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
Dana Pensiun ASN Malaysia...
Dana Pensiun ASN Malaysia Rp717 Miliar Lenyap dalam Skandal eFishery, KPK Negeri Jiran Turun Tangan
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Tolak Rencana Israel Menyerang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved