Isi Pidato PM India Narendra Modi yang Dicap Ujaran Kebencian terhadap Umat Islam

Jum'at, 26 April 2024 - 13:23 WIB
loading...
Isi Pidato PM India...
Gambarkan Muslim India sebagai penyusup, pidato kampanye PM Narendra Modi pada hari Minggu dikecam sebagai ujaran kebencian terhadap umat Islam. Foto/REUTERS
A A A
NEW DELHI - Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi menuai kecaman dari berbagai pihak karena menggunakan narasi anti-Muslim dalam pidato kampanyenya pada hari Minggu.

Berbicara di hadapan massa di negara bagian Rajasthan wilayah barat, pemimpin Partai Bharatiya Janata (BJP) itu melontarkan pernyataan kontroversial yang menggambarkan umat Islam sebagai "penyusup".

Modi mengatakan jika partai oposisi utama, Kongres Nasional India, terpilih untuk berkuasa pada akhir pemilu yang berlangsung selama beberapa minggu ini, mereka akan mendistribusikan kekayaan secara tidak adil.

“Ketika mereka berkuasa, mereka mengatakan umat Islam mempunyai hak pertama atas sumber daya. Mereka akan mengumpulkan semua kekayaan Anda dan mendistribusikannya kepada mereka yang memiliki lebih banyak anak,” kata Modi kepada massa pendukungnya, seperti dikutip dari TIME, Jumat (26/4/2024).

Baca Juga: Geger, India Terapkan UU Kewarganegraaan Anti-Muslim sebelum Pemilu

“Apakah menurut Anda uang hasil jerih payah Anda harus diberikan kepada penyusup? Maukah Anda menerima ini?” katanya tentang populasi Muslim India yang berjumlah sekitar 230 juta orang.

Pernyataan tersebut tampaknya merujuk pada kiasan berbahaya yang menuduh umat Islam menggusur umat Hindu dengan membangun keluarga besar.

Pidato Modi telah dikecam para pemimpin oposisi dan tokoh-tokoh Muslim terkemuka dan memicu kemarahan komunitas Muslim di berbagai negara.

Pejabat pemungutan suara lokal mengonfirmasi kepada Al Jazeera bahwa mereka telah menerima dua pengaduan yang menyerukan penangguhan dan penangkapan Modi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Studi Ungkap Gurita...
Studi Ungkap Gurita Politik China dalam Jaringan Kriminal di Asia Tenggara
Trump: AS Tak Akan Gulingkan...
Trump: AS Tak Akan Gulingkan Rezim Iran, Fokus Senjata Nuklir
Rekomendasi
Modifikator Indonesia...
Modifikator Indonesia Ini Dapat Penghargaan Tertinggi IMI, Ini Sosoknya!
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
Thailand Week 2026 Kembali...
Thailand Week 2026 Kembali Digelar, Perkuat Pasar Bilateral
Berita Terkini
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Infografis
5 Negara dengan Umat...
5 Negara dengan Umat Islam Terbanyak di Dunia Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved