Mengapa India Pilih Beli 156 Helikopter Tempur Buatan Dalam Negeri Senilai Rp120 Triliun Ketimbang Produksi Asing?

Minggu, 30 Maret 2025 - 03:30 WIB
loading...
Mengapa India Pilih...
LCH Prachand menjadi helikopter tempur buatan India yang diakui. Foto/X/@DefProdnIndia
A A A
NEW DELHI - India telah memberikan lampu hijau untuk pengadaan 156 Helikopter Tempur Ringan (LCH) beserta pelatihan dan peralatan terkait lainnya senilai lebih dari 620 miliar rupee (USD7,3 miliar).

Kesepakatan pertahanan terbesar yang pernah ada di negara itu telah disetujui oleh Komite Kabinet Keamanan pada hari Jumat dan kemudian ditandatangani oleh Kementerian Pertahanan.

Mengapa India Pilih Beli 156 Helikopter Tempur Buatan Dalam Negeri Senilai Rp120 Triliun Ketimbang Produksi Asing?

1. Membeli Helikopter Produksi BUMN India

Helikopter tersebut akan dipasok oleh produsen pertahanan milik negara Hindustan Aeronautics Limited (HAL). Angkatan Darat India akan menerima 90 helikopter, sementara 66 akan dikirimkan ke angkatan udara negara itu (IAF).

2. Mampu Lepas Landas di Ketinggian 5.000 Meter

Melansir RT, LCH Prachand dilaporkan sebagai satu-satunya helikopter serang di dunia yang mampu lepas landas dan mendarat di ketinggian 5.000 meter (16.400 kaki).

Fitur ini membuatnya sangat cocok untuk operasi di wilayah sensitif yang berbatasan dengan Pakistan dan China, termasuk wilayah seperti gletser Siachen dan pegunungan Ladakh Timur.

Baca Juga: Perang Houti Berkobar di Bulan Suci

3. Memiliki Sistem Pertahanan Udara yang Efektif

Selain itu, Prachand dapat menembakkan berbagai rudal udara-ke-darat dan udara-ke-udara, yang memungkinkannya untuk menetralkan sistem pertahanan udara musuh secara efektif.

Helikopter ini dilengkapi untuk melakukan operasi udara-ke-udara dan udara-ke-darat. Helikopter ini juga dapat mendukung peperangan yang berpusat pada jaringan dengan sistem komunikasi dan berbagi data yang canggih.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Tegas! Iran Tak Akan...
Tegas! Iran Tak Akan Biarkan Lebanon Jadi Bulan-bulanan Israel
Rekomendasi
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Setujui 7 Anggota Komisi Informasi Pusat 2026-2030, Ini Daftarnya
Mantan Menpora Dito...
Mantan Menpora Dito Ariotedjo Kembali Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Nafkah Setelah Cerai...
Nafkah Setelah Cerai dalam Islam: Hak Mantan Istri dan Anak yang Wajib Dipenuhi
Berita Terkini
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Infografis
Thailand Beli Drone...
Thailand Beli Drone Israel Hermes 900 Senilai Rp1,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved