AS: Intelijen China Berupaya Merekrut Pegawai Pemerintah Amerika Serikat
Rabu, 09 April 2025 - 21:10 WIB
loading...
Pusat Kontraintelijen dan Keamanan Nasional Amerika Serikat sebut intelijen China berupaya merekrut pegawai pemerintah Amerika. Foto/via BBC
A
A
A
WASHINGTON - Pusat Kontraintelijen dan Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) memperingatkan bahwa intelijen China menggunakan metode penipuan untuk menargetkan pegawai pemerintah Amerika saat ini dan sebelumnya untuk perekrutan.
Peringatan tersebut muncul di tengah pemecatan massal pegawai federal yang dilancarkan oleh Departemen Efisiensi Pemerintahan (DOGE) pimpinan miliarder Elon Musk.
"Entitas intelijen asing, khususnya yang ada di China, menargetkan karyawan pemerintah AS (USG) saat ini dan sebelumnya untuk direkrut dengan menyamar sebagai perusahaan konsultan, perekrut perusahaan, lembaga think tank, dan entitas lain di situs jejaring sosial dan profesional," kata pusat tersebut dalam sebuah buletin, yang dikutip Reuters, Rabu (9/4/2025).
Baca Juga: DPR AS Kenalkan RUU untuk Bongkar 'Polisi Rahasia' China di Tanah Amerika
Pusat tersebut mengatakan tawaran kerja daring yang menipu dan pendekatan lain telah menjadi lebih canggih dalam menargetkan individu dengan latar belakang pemerintah AS yang mencari pekerjaan baru.
Peringatan tersebut muncul di tengah pemecatan massal pegawai federal yang dilancarkan oleh Departemen Efisiensi Pemerintahan (DOGE) pimpinan miliarder Elon Musk.
"Entitas intelijen asing, khususnya yang ada di China, menargetkan karyawan pemerintah AS (USG) saat ini dan sebelumnya untuk direkrut dengan menyamar sebagai perusahaan konsultan, perekrut perusahaan, lembaga think tank, dan entitas lain di situs jejaring sosial dan profesional," kata pusat tersebut dalam sebuah buletin, yang dikutip Reuters, Rabu (9/4/2025).
Baca Juga: DPR AS Kenalkan RUU untuk Bongkar 'Polisi Rahasia' China di Tanah Amerika
Pusat tersebut mengatakan tawaran kerja daring yang menipu dan pendekatan lain telah menjadi lebih canggih dalam menargetkan individu dengan latar belakang pemerintah AS yang mencari pekerjaan baru.
Lihat Juga :