Jenderal Israel Minta Maaf usai Pasukannya Bantai 7 Pekerja Bantuan WCK di Gaza

Kamis, 04 April 2024 - 08:24 WIB
loading...
Jenderal Israel Minta...
Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Herzi Halevi minta maaf atas pengeboman konvoi kemanusiaan di Gaza oleh pasukan Israel yang menewaskan tujuh pekerja World Central Kitchen (WCK). Foto/AP Photo/Abdel Kareem Hana
A A A
TEL AVIV - Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letnan Jenderal Herzi Halevi minta maaf atas pengeboman konvoi kemanusiaan di Gaza yang menewaskan tujuh pekerja World Central Kitchen (WCK).

Halevi mengakui serangan pasukan Israel pada hari Senin itu sebagai kesalahan besar. Serangan ini telah memicu kecaman internasional, termasuk dari Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenbrg.

Jenderal Halevi melalui X meminta maaf atas serangan yang menewaskan tiga warga negara Inggris, seorang warga negara Polandia, seorang warga Australia, seorang warga negara ganda Kanada-Amerika, dan seorang warga Palestina.

Baca Juga: Israel Bantai 7 Pekerja Bantuan Kemanusiaan di Gaza, Netanyahu Enteng Jawab Tak Sengaja

“Saya ingin menjelaskan dengan jelas—serangan tersebut tidak dilakukan dengan tujuan untuk merugikan pekerja bantuan WCK. Itu adalah kesalahan yang terjadi setelah kesalahan identifikasi—pada malam hari saat perang dalam kondisi yang sangat kompleks. Seharusnya hal itu tidak terjadi,” kata Halevi dalam pernyataan video yang dipublikasikan di akun resmi IDF.

Jenderal Zionis tersebut kemudian menggambarkan insiden tersebut sebagai “kesalahan besar". "IDF minta maaf atas kerugian yang tidak disengaja yang menimpa anggota WCK," lanjut Halevi.

Permintaan maaf lainnya disampaikan kepada pendiri WCK Jose Andres oleh Presiden Israel Isaac Herzog.

Herzog menelepon Andres untuk menyampaikan kesedihan mendalam. "Dan permintaan maaf yang tulus,” tulis surat kabar Times of Israel, Kamis (4/4/2024), mengutip pernyataan dari kantor presiden.

Permintaan maaf itu muncul setelah Andres mengecam pernyataan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang menyatakan bahwa insiden “tragis” dan “tidak diinginkan” seperti itu terjadi “di masa perang".

“Serangan udara terhadap konvoi kami bukan sekadar kesalahan yang disayangkan di tengah kabut perang,” tulis Andres di harian Yedioth Ahronoth.

“Itu adalah serangan langsung terhadap kendaraan yang ditandai dengan jelas yang pergerakannya diketahui oleh IDF.”

Surat kabar Haaretz melaporkan pada hari Selasa bahwa IDF sengaja menargetkan konvoi WCK karena kecurigaan bahwa seorang agen Hamas ikut bepergian bersama kelompok tersebut.

Sumber pertahanan outlet tersebut mengatakan mobil-mobil tersebut “ditandai dengan jelas di atap dan samping” dengan logo WCK, namun unit IDF yang bertanggung jawab atas keamanan rute tersebut mengidentifikasi seorang pria bersenjata yang termasuk dalam kelompok tersebut. "Dan curiga bahwa dia adalah seorang teroris," kata sumber tersebut.

Insiden ini menuai kecaman dari komunitas internasional, termasuk sekutu-sekutu setia Israel, seperti AS dan Inggris, serta negara-negara lain yang warganya termasuk di antara korban tewas.

Israel menyatakan perang terhadap Hamas setelah kelompok perlawanan Palestina itu melakukan serangan mendadak melintasi perbatasan pada 7 Oktober tahun lalu, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera lebih dari 200 orang.

Invasi brutal Israel telah menyebabkan hampir 33.000 orang tewas, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Iran Desak AS Paksa...
Iran Desak AS Paksa Israel Tarik Pasukan dari Lebanon
Rekomendasi
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Lippo Hibahkan Lahan...
Lippo Hibahkan Lahan untuk 141 Ribu Rumah di Meikarta, Percepat Program 3 Juta Rumah
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved