Rusia Tak Perang Habis-habisan dengan NATO, tapi Bisa Menghancurkannya dari Dalam

Kamis, 02 Mei 2024 - 15:15 WIB
loading...
Rusia Tak Perang Habis-habisan...
Rusia, di bawah Presiden Vladimir Putin, mungkin tak memulai perang habis-habisan dengan NATO. Namun, Putin sudah punya rencana yang bisa menghancurkan NATO dari dalam. Foto/REUTERS
A A A
BRUSSELS - Era yang relatif damai dan sejahtera yang dinikmati negara-negara Barat sejak akhir Perang Dunia II mungkin akan segera berakhir.

Pada bulan Maret lalu, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan Eropa berada di era “sebelum perang” dan Rusia tidak boleh mengalahkan Ukraina demi keamanan benua tersebut.

“Saya tidak ingin menakut-nakuti siapa pun, tetapi perang bukan lagi konsep masa lalu,” kata Tusk dalam wawancara dengan beberapa media Eropa. Faktanya, ini sudah dimulai lebih dari dua tahun lalu, merujuk pada invasi Rusia ke Ukraina.

Ini adalah salah satu dari serangkaian peringatan yang semakin keras bahwa perang di Ukraina bisa menjadi awal dari konflik yang lebih besar.

Dokumen perencanaan militer Jerman yang bocor pada bulan Januari membayangkan Rusia melancarkan serangan besar-besaran pada 2024 untuk mengambil keuntungan dari berkurangnya dukungan Barat di Ukraina.

Baca Juga: Zelensky: Ukraina Harus Kalahkan Rusia agar Bisa Gabung NATO

Dokumen-dokumen tersebut, yang diperoleh Bild, kemudian menggambarkan Rusia mengalihkan perhatiannya pada anggota-anggota NATO di Eropa Timur, dengan berupaya menggoyahkan musuh-musuhnya melalui serangan siber dan kekacauan internal di negara-negara Baltik seperti Estonia, Lithuania, dan Latvia.

Jerman bukan satu-satunya. Akhir tahun lalu, badan keamanan nasional Polandia memperkirakan Rusia dapat menyerang NATO dalam waktu tiga tahun.

Aliansi NATO yang beranggotakan 32 negara masing-masing bersumpah untuk melindungi satu sama lain dari serangan berdasarkan Pasal 5 Perjanjian Washington. Artinya, serangan Rusia terhadap salah satu anggota dapat memicu perang yang melibatkan beberapa negara bersenjata nuklir.

Namun apakah Presiden Rusia Vladimir Putin benar-benar berniat menyerang NATO dan seperti apa serangan itu, masih belum jelas.

Pada bulan Maret lalu, Putin membantah mempunyai rencana untuk menyerang anggota NATO, dan menggambarkan klaim tersebut sebagai “omong kosong belaka".

Namun para panglima militer Barat tidak yakin. Sebulan sebelumnya, Putin mengancam negara-negara Barat dengan kemungkinan serangan nuklir karena dukungannya terhadap Ukraina.

Dia menyinggung saran baru-baru ini dari Presiden Prancis Emmanuel Macron bahwa NATO dapat mengirim pasukan ke Ukraina untuk mendukung perjuangannya melawan invasi Rusia.

Para analis mengatakan kepada Business Insider, Kamis (2/5/2024), bahwa Rusia dilemahkan oleh dampak perang di Ukraina dan tidak dalam posisi untuk menyerang aliansi tersebut.

Namun Putin masih memainkan peran yang panjang, dan hasil perang di Ukraina serta upaya lama Rusia untuk melemahkan dan merusak NATO akan menjadi faktor kunci dalam menentukan apakah Rusia akan melakukan serangan.

Putin Berencana Merusak NATO


Putin memiliki keunggulan utama dibandingkan Barat, kata Philip Ingram, mantan perwira intelijen militer Inggris, kepada Business Insider.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Walkot New York Mamdani...
Walkot New York Mamdani Sebut Netanyahu Arsitek Genosida, Desak AS Tangkap
Rekomendasi
Wanita Punya Proteksi...
Wanita Punya Proteksi Alami dari Serangan Jantung, Tapi Bisa Hilang karena Ini
90 AKBP Dapat Promosi...
90 AKBP Dapat Promosi Jabatan Jadi Kombes Pol pada Mutasi Juni 2026, Ini Namanya
Video Baru Bongkar Insiden...
Video Baru Bongkar Insiden Final Piala Dunia 2026, Lisandro Martinez Diduga Pukul Gavi
Berita Terkini
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved