4 Negara Anti-Islam di Dunia

Rabu, 13 Maret 2024 - 21:21 WIB
loading...
4 Negara Anti-Islam...
Banyak negara di dunia anti-Islam dengan menerapkan dalam kebijakan dan program pemerintah. Foto/Reuters
A A A
MOSKOW - Banyak negara di dunia, termasuk negara-negara di Eropa mengizinkan kejahatan kebencian terhadap umat Islam dengan melegalkan Islamofobia. Itu menunjukkan bagaimana banyak negara memosisikan diri sebagai anti-Islam.

Parahnya, banyak negara tersebut justru memperkenalkan undang-undang yang melarang atau membatasi praktik keagamaan mereka.

“Setiap tahun, kita melihat sebuah negara baru membuat rencana baru, dengan undang-undang baru, atau sebuah partai di Eropa yang melarang sesuatu, praktik keagamaan umat Islam,” kata seorang profesor di Universitas Turki-Jerman yang berbasis di Istanbul, Enes Bayrakli, dilansir Anadolu.

“Bisa berupa pelarangan menara, pelarangan masjid, pelarangan hijab, atau pelarangan burka.” Parahnya, Islamofobia semakin dilembagakan dan dilegalkan.

4 Negara Anti-Islam di Dunia

1. Prancis

4 Negara Anti-Islam di Dunia

Foto/Reuters

Menurut Alain Gabon, pakar Islam dari Universitas George Town, selama masa jabatannya, Emmanuel Macron serta berbagai pemerintahannya secara konsisten berupaya membawa Islamofobia negara dan masyarakat ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Ringkasnya, konsekuensi dari wacana, tindakan, dan kebijakannya, tidak hanya memperburuk penolakan yang sudah parah terhadap Islam dan diskriminasi yang menyertainya, namun juga telah membawanya ke tingkat penganiayaan yang nyata terhadap umat Islam," ujar Gabon.

Namun demikian, Presiden Macron jelas tidak menciptakan Islamofobia di Prancis dan dia juga bukan penyebab utamanya. Ini jauh sebelum pemilu pertamanya atau Republik ke-5 itu sendiri. Dari Perang Salib Abad Pertengahan yang diprakarsai oleh Paus Urbanus II pada tahun 1095 hingga “perang melawan Islamisme” yang dilancarkan Macron saat ini, serta abad-abad penting penaklukan kekaisaran, kolonisasi, dan Misi Peradaban rasis di negara-negara mayoritas Muslim seperti Aljazair, Islam dan umat Islam selalu ada.

Kemudian, menurut Julien Talpin, seorang peneliti ilmu politik di Pusat Penelitian Ilmiah Nasional (CNRS), Presiden Emmanuel Macron merupakan masa yang “suram” bagi Muslim Prancis – dengan penerapan undang-undang separatisme pada musim panas 2021 yang sangat penting.

Meskipun pemerintah mengklaim undang-undang tersebut dimaksudkan untuk memperkuat sistem sekuler Prancis, para kritikus mengatakan undang-undang tersebut secara tidak adil hanya mengasingkan komunitas Muslim dan membatasi kebebasan beragama.

“Kami melihat dengan jelas dalam debat Majelis Nasional bahwa sasarannya adalah komunitas Muslim,” katanya, dilansir Al Jazeera. “Ada gagasan bahwa ada masalah besar separatisme dan komunitarianisme di masyarakat, yang harus dilawan Perancis dengan hukum.”

Undang-undang ini pertama kali diperkenalkan setelah pembunuhan mengerikan terhadap Samuel Paty, seorang guru yang dipenggal oleh seorang pengungsi Muslim Rusia berusia 18 tahun setelah dia menunjukkan kartun Charlie Hebdo yang menggambarkan Nabi Muhammad kepada murid-muridnya.

"Konsekuensinya bagi komunitas Muslim sangat merugikan," kata Talpin. Selain puluhan masjid yang terpaksa ditutup, organisasi Collective Against Islamophobia in France (CCIF) juga ditutup, dan beberapa badan amal Muslim dibubarkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Kapal Tanker Rusia Dibajak...
Kapal Tanker Rusia Dibajak Prancis, Ini Respons Keras dari Kremlin
Prancis Cegat Kapal...
Prancis Cegat Kapal Tanker Rusia, Eropa Memanas!
Netanyahu Sebut Negara...
Netanyahu Sebut Negara Asia Ini Cinta Luar Biasa terhadap Israel
Masa Depan Prancis di...
Masa Depan Prancis di Ujung Tanduk, Ini 3 Pemicunya
Istana Sangkal Kabar...
Istana Sangkal Kabar Presiden Prabowo ke Italia usai Kunjungi Prancis
Israel Setujui RUU Larang...
Israel Setujui RUU Larang Seruan Azan, Hakim Agung Palestina: Serangan Terhadap Umat Islam
Trump: Pemimpin Iran...
Trump: Pemimpin Iran Mojtaba Terlibat Langsung dalam Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
9 Hadis tentang Pernikahan,...
9 Hadis tentang Pernikahan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Saiful Mujani Diperiksa...
Saiful Mujani Diperiksa soal Penghasutan, Todung Mulya Lubis: Ini Absurd
Toyota Mulai Uji Coba...
Toyota Mulai Uji Coba Mobil Hidrogen di Sirkuit Le Mans
Berita Terkini
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
AS Hendak Kerahkan Senjata...
AS Hendak Kerahkan Senjata Nuklir ke Lebih Banyak Negara NATO, Bisa Bikin Rusia Murka
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved