Hampir 1 Miliar Orang Akan Mengikuti Pemilu Terbesar di Dunia

Sabtu, 20 April 2024 - 21:50 WIB
loading...
Hampir 1 Miliar Orang...
Hampir 1 miliar orang akan mengikuti pemilu terbesar di dunia. Foto/AP
A A A
NEW DELHI - Jutaan warga India mulai memberikan suaranya pada Jumat dalam pemilu enam minggu yang merupakan referendum terhadap Narendra Modi, perdana menteri populis yang memperjuangkan gaya politik nasionalis Hindu yang tegas dan sedang mengincar masa jabatan ketiga yang langka sebagai pemimpin negara itu.

Masyarakat mulai mengantri di TPS beberapa jam sebelum mereka diizinkan masuk pada pukul 7 pagi di 21 negara bagian pertama yang mengadakan pemungutan suara, mulai dari pegunungan Himalaya hingga Kepulauan Andaman yang tropis. Hampir 970 juta pemilih – lebih dari 10% populasi dunia – akan memilih 543 anggota majelis rendah Parlemen selama lima tahun selama pemilu yang berlangsung hingga 1 Juni. Suara akan dihitung pada 4 Juni.

Pemilu ini dipandang sebagai salah satu pemilu paling penting dalam sejarah India dan akan menguji batas dominasi politik Modi.

Jika Modi menang, ia akan menjadi pemimpin India kedua yang mempertahankan kekuasaan untuk masa jabatan ketiga, setelah Jawaharlal Nehru, perdana menteri pertama negara itu.

Sebagian besar jajak pendapat memperkirakan kemenangan Modi dan Partai nasionalis Hindu Bharatiya Janata, yang menentang aliansi oposisi luas yang dipimpin oleh Kongres Nasional India dan partai-partai regional yang kuat.

Tidak jelas siapa yang akan memimpin India jika aliansi oposisi, yang disebut INDIA, memenangkan pemilu. Lebih dari 20 partainya belum mengajukan calon.

Baca Juga: Perang Berkobar di Perbatasan Myanmar dan Thailand, Ada Apa Gerangan?

BJP menguasai sebagian besar wilayah utara dan tengah India yang berbahasa Hindi, namun kini berusaha mendapatkan pijakan di wilayah timur dan selatan. Tantangan terberat mereka adalah di negara bagian Tamil Nadu di bagian selatan, yang memiliki 39 kursi, tempat pemungutan suara diadakan pada hari Jumat.

Para pemilih di Chennai, ibu kota negara bagian yang panas dan lembab, mulai memenuhi hampir 4.000 tempat pemungutan suara di kota itu. Beberapa dari mereka mengatakan mereka memilih perubahan dalam pemerintahan federal mengingat kenaikan harga, pengangguran dan polarisasi agama yang dipicu oleh BJP.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Konflik AS-Iran Makin...
Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved