Dokumen Peretasan Bocor, China Dituding Intai Banyak Negara termasuk Indonesia

Jum'at, 23 Februari 2024 - 16:01 WIB
loading...
Dokumen Peretasan Bocor,...
Interior kantor I-Soon, juga dikenal sebagai Anxun dalam bahasa Mandarin, terlihat setelah jam kerja di Chengdu di Provinsi Sichuan, China barat daya pada 20 Februari 2024. Foto/AP
A A A
BEIJING - Kepolisian China sedang menyelidiki dokumen online yang tidak resmi dan sangat tidak biasa dari kontraktor keamanan swasta yang terkait dengan badan kepolisian utama negara tersebut dan bagian lain dari pemerintahannya.

Kumpulan dokumen itu berisi aktivitas peretasan dan alat untuk memata-matai orang China dan orang asing.

Di antara target-target dari perangkat yang disediakan perusahaan yang terkena dampak, I-Soon, adalah berbagai kelompok etnis dan pembangkang di beberapa bagian China, seperti Hong Kong atau wilayah Xinjiang yang berpenduduk mayoritas Muslim di ujung barat China.

Sejumlah dokumen yang bocor pada akhir pekan lalu dan penyelidikan selanjutnya dikonfirmasi dua karyawan I-Soon, yang dikenal sebagai Anxun dalam bahasa Mandarin.

I-Soon memiliki hubungan dengan Kementerian Keamanan Publik yang berkuasa di China.

Kebocoran dokumen itu oleh para analis dianggap sangat signifikan meskipun tidak mengungkapkan perangkat apa pun yang baru atau ampuh.

Dokumen itu mencakup ratusan halaman kontrak, presentasi pemasaran, manual produk, serta daftar klien dan karyawan.

Mereka mengungkapkan secara rinci metode yang digunakan otoritas China untuk mengawasi para pembangkang di luar negeri, meretas negara lain, dan mempromosikan narasi pro-Beijing di media sosial.

Dokumen-dokumen tersebut menunjukkan I-Soon meretas jaringan di Asia Tengah dan Asia Tenggara, serta Hong Kong dan pulau Taiwan, yang diklaim Beijing sebagai wilayahnya.

Alat peretasan tersebut digunakan agen-agen pemerintah China untuk membuka kedok pengguna platform media sosial di luar China seperti X, membobol email dan menyembunyikan aktivitas online agen-agen di luar negeri.

Dijelaskan juga perangkat yang menyamar sebagai soket ekstensi dan baterai yang dapat digunakan untuk menyusupi jaringan Wi-Fi.

“I-Soon dan polisi China sedang menyelidiki bagaimana file tersebut bocor,” ungkap dua karyawan I-Soon kepada The Associated Press (AP).

Salah satu karyawan mengatakan I-Soon mengadakan pertemuan pada Rabu (21/2/2024) tentang kebocoran tersebut dan diberitahu hal itu tidak akan terlalu mempengaruhi bisnis dan “terus bekerja seperti biasa.”

AP tidak menyebutkan nama para karyawannya yang memang memberikan nama keluarga mereka, sesuai dengan praktik umum di China, karena khawatir akan kemungkinan pembalasan.

Sumber kebocoran belum diketahui. Kementerian Luar Negeri China tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Kebocoran Berdampak Besar


Jon Condra, analis di Recorded Future, perusahaan keamanan siber, menyebutnya sebagai kebocoran paling signifikan yang pernah dikaitkan dengan satu perusahaan “yang diduga menyediakan spionase dunia maya dan layanan intrusi yang ditargetkan untuk layanan keamanan China.”

Dia mengatakan organisasi yang menjadi sasaran I-Soon, menurut materi yang bocor, termasuk pemerintah, perusahaan telekomunikasi di luar negeri, dan perusahaan perjudian online di China.

Hingga kebocoran sebesar 190 megabyte tersebut terjadi, situs web I-Soon menyertakan halaman yang mencantumkan klien-klien yang berada di posisi teratas di Kementerian Keamanan Publik China dan termasuk 11 biro keamanan tingkat provinsi dan sekitar 40 departemen keamanan publik kota.

Halaman lain yang tersedia hingga Selasa pagi mengiklankan kemampuan “serangan dan pertahanan” ancaman persisten yang canggih, menggunakan akronim APT yang digunakan oleh industri keamanan siber untuk menggambarkan kelompok peretas paling canggih di dunia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Ramalan Juni Indonesia...
Ramalan Juni Indonesia Kolaps, Prabowo: Ini Udah Juli!
Presiden Terpilih Kolombia...
Presiden Terpilih Kolombia Bakal Buka Kedubes di Yerusalem, Pulihkan Aliansi Bersejarah!
Kebakaran Hutan Kanada,...
Kebakaran Hutan Kanada, Laga Final Piala Dunia Spanyol Vs Argentina Ditunda?
Rekomendasi
Partai Perindo Hadiri...
Partai Perindo Hadiri Milad PBB, Dukung Konsolidasi Politik untuk Stabilitas Nasional
Top Skor Piala Dunia...
Top Skor Piala Dunia 2026: Mampukah Messi Goyang Dominasi Eropa?
FIFA Hadiahkan Cincin...
FIFA Hadiahkan Cincin Juara di Final Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Iran Hancurkan Depot...
Iran Hancurkan Depot Drone AS dan Pusat Kecerdasan Buatan di Bahrain
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved