Warga Armenia Takut Terjadi Pembersihan Etnis di Nagorno-Karabakh

Sabtu, 23 September 2023 - 22:21 WIB
loading...
Warga Armenia Takut...
Warga Armenia di Nargorno-Karabakh sangat takut jika terjadi pembersihan etnis. Foto/Reuters
A A A
NAGORNO-KARABAKH - Hanya butuh 24 jam bagi militer Azerbaijan untuk memaksa penyerahan daerah kantong yang menampung 120.000 etnis Armenia.

Apa yang terjadi selanjutnya terhadap pria, wanita dan anak-anak di wilayah Kaukasus Selatan ini semakin menambah kekhawatiran.

Terlepas dari semua janji Azerbaijan, warga Armenia di sana khawatir akan masa depan mereka dan apakah mereka akan terpaksa pergi – atau lebih buruk lagi.

Siranush Sargsyan baru saja mengunjungi beberapa tempat penampungan di ibu kota daerah ketika dia mengirimkan serangkaian pesan suara dan menyatakan "benar-benar tidak ada yang bisa dimakan".

"Saya tidak tahu siapa pun yang ingin tinggal di sini. Saya memiliki kerabat dekat yang sudah lanjut usia yang kehilangan putra mereka dalam perang sebelumnya dan mereka lebih memilih mati di sini," katanya, dilansir BBC.

“Tetapi bagi kebanyakan orang, bagi generasi saya, ini sudah menjadi perang keempat mereka.”

Baca Juga: 10 Fakta Unik Armenia, Salah Satunya Catur Jadi Pelajaran Wajib

Azerbaijan yang kaya minyak melakukan segala upaya untuk meyakinkan penduduk sipil dengan menjanjikan makanan, bahan bakar, dan "reintegrasi".

Mereka mungkin tidak dipaksa untuk pergi, namun hanya ada sedikit keinginan untuk tetap tinggal.

Banyak warga sipil melarikan diri dari desa-desa terpencil minggu ini ketika tentara Azerbaijan bergerak menuju kota tersebut, yang oleh etnis Armenia disebut Stepanakert tetapi Azerbaijan dikenal sebagai Khankendi.

Para pejabat Karabakh mengatakan kepada BBC bahwa banyak keluarga yang dipisahkan oleh posisi militer Azerbaijan dan tidak mengetahui apakah kerabat mereka masih hidup.

Puluhan ribu orang telah kehilangan nyawa dalam perang di sini sejak jatuhnya Uni Soviet – yang pertama pada tahun 1992-94, ketika Armenia menduduki wilayah tersebut.

Setidaknya 200 warga etnis Armenia lainnya tewas minggu ini ketika militer menyerbu wilayah yang secara internasional dianggap sebagai bagian dari Azerbaijan. Azerbaijan mulai menguburkan tentaranya yang tewas, yang diperkirakan berjumlah lebih dari 100 orang.

Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, mengatakan warga Armenia di Karabakh kini "akhirnya bisa bernapas lega". Namun hal itu sepertinya masih jauh untuk saat ini.

Ada sangat sedikit kepercayaan di Karabakh terhadap pemerintahan di Baku yang dijalankan secara ketat selama 30 tahun oleh satu keluarga, terutama ketika presiden menyebut para pemimpin di wilayah tersebut sebagai “lintah penghisap darah”.

Gambaran yang ada saat ini adalah etnis Armenia yang mencari kerabat, berlindung di ruang bawah tanah, dan menggunakan kompor darurat untuk memasak sedikit makanan yang bisa mereka temukan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
Blok Rusia Tekan Armenia:...
Blok Rusia Tekan Armenia: Pilih Tetap Jadi Sekutu atau Hengkang ke Uni Eropa!
Dituding Rencanakan...
Dituding Rencanakan Kudeta, Uskup Agung Gereja Armenia Ditangkap
Warga Israel Diperingatkan...
Warga Israel Diperingatkan Tidak Pergi ke Turki, Armenia, Azerbaijan, dan Turkmenistan
Armenia Resmi Akui Negara...
Armenia Resmi Akui Negara Palestina, Israel Terpukul
Symphony of Stones:...
Symphony of Stones: Tembok Vertikal Armenia yang Dibangun untuk Mengurung Ya'juj dan Ma'juj?
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Perjanjian Damai dengan...
Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS
Rekomendasi
Berangkat Umrah, Ruben...
Berangkat Umrah, Ruben Onsu Serahkan Semua Masalah dalam Doa di Depan Ka'bah
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Berita Terkini
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved