Mengapa Kudeta Sangat Populer di Afrika? Salah Satunya Tidak Percaya dengan Demokrasi

Sabtu, 02 September 2023 - 02:10 WIB
loading...
Mengapa Kudeta Sangat...
Afrika mengalami panen kudeta. Foto/Reuters
A A A
JAKARTA - Tak lama setelah Ali Bongo, presiden Gabon sejak 2009, digulingkan oleh anggota Garda Republik, unit keamanan pribadinya, ia muncul dalam sebuah video pendek, tampak lemah dan mendesak orang-orang untuk “membuat keributan” atas namanya.

Duduk di kursi dengan latar belakang kemewahan yang hanya dicita-citakan oleh segelintir orang Gabon, penguasa jangka panjang di negara kaya minyak di Afrika tengah itu tampak tidak berdaya.

Namun berbeda dengan permohonannya, masyarakat Gabon justru berkumpul di Libreville, ibu kota negara tersebut untuk berfoto selfie dengan para tentara dan menyemangati mereka dalam rangka merayakan berakhirnya dinasti yang dimulai oleh ayah Bongo, Omar, pada tahun 1967.

Sejak tahun 2020, kini telah terjadi 10 percobaan kudeta yang sebagian besar terjadi di Afrika Barat dan Tengah, yang mengakibatkan kehancuran sistem demokrasi di wilayah tersebut dengan cepat.

Namun di negara-negara ini, warganya turun ke jalan untuk mendukung gangguan demokrasi. Di Niger, stadion dipenuhi oleh pendukung pemerintah militer setelah kudeta pada 26 Juli. Pada tahun 2021, ada juga kegembiraan di jalan-jalan Conakry setelah militer Guinea mencopot Alpha Conde, presiden yang memperpanjang masa jabatannya meskipun mendapat tentangan keras dari warga.

Pola reaksi optimisme terhadap pengambilalihan kekuasaan oleh militer merupakan ekspresi rasa frustrasi yang mendalam terhadap para pemimpin sipil di Afrika.

“Dukungan yang tampak bagi militer untuk mengambil alih kekuasaan adalah dukungan tidak langsung, ini bukan dukungan untuk militer,” kata Leena Kofi Hoffmann, peneliti Afrika di lembaga riset Chatham House yang berbasis di London, mengatakan kepada Al Jazeera.

“Ini adalah kesempatan untuk mengatakan bahwa pemerintah yang digulingkan adalah pemerintah yang tidak sepenuhnya mewakili kepentingan kami,” katanya.

Mengapa begitu banyak kudeta di Afrika? Ini adalah 2 jawabannya.

1. Tidak Ada Legitimasi Pemilu

Mengapa Kudeta Sangat Populer di Afrika? Salah Satunya Tidak Percaya dengan Demokrasi

Foto/Reuters

Gabon adalah negara terbaru di Afrika yang pemimpin demokratisnya digulingkan oleh penguasa militer. Sejumlah tentara yang dipimpin oleh Jenderal Brice Oligui Nguema, kepala Garda Republik Bongo, mengumumkan pengambilalihan tersebut dan membatalkan hasil pemilu kontroversial yang konon dimenangkan Bongo.

Di negara dengan populasi sekitar 2,3 juta jiwa dan sekitar 850.000 pemilih terdaftar, pemilihan umum yang diadakan pada tanggal 26 Agustus telah memasuki hari ketiga. Saat suara dihitung, jam malam diberlakukan dan akses internet diputus. Pengamat internasional juga dilarang memasuki negara tersebut.

Pihak militer menyebut malpraktek pemilu sebagai salah satu alasan kudeta di tengah sengketa pemilu yang masih terjadi di seluruh benua.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
7 Alasan Penjagaan Putin...
7 Alasan Penjagaan Putin Diperketat, dari Konflik Elite Moskow hingga Kudeta MIliter
Dibantu Tentara Rusia,...
Dibantu Tentara Rusia, Mali Sukses Gagalkan Kudeta Militer
China Isi Kekosongan...
China Isi Kekosongan Militer di Benua Afrika, Penjualan Senjata Melonjak
Intel Rusia Tuduh Prancis...
Intel Rusia Tuduh Prancis Rencanakan Kudeta di Negara-negara Bekas Jajahannya di Afrika
Jenderal Zhang Disingkirkan,...
Jenderal Zhang Disingkirkan, Tak Ada Lagi Jenderal China yang Berani pada Xi Jinping
Xi Jinping dan Krisis...
Xi Jinping dan Krisis Komando PLA: Kasus Zhang Youxia Ungkap Konflik Internal China
Tanda-tanda Lempeng...
Tanda-tanda Lempeng Tektonik Baru Lahir di Afrika Ditemukan
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Catat! Biaya Visa Masuk...
Catat! Biaya Visa Masuk Jepang Naik 5 Kali Lipat, Jadi Rp1,7 Juta
Rekomendasi
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Berita Terkini
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Infografis
8 Negara yang Warganya...
8 Negara yang Warganya Paling Kurus di Dunia, Salah Satunya Jepang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved