Mengapa Hungaria Kirim Tentara ke Chad?

Kamis, 24 Oktober 2024 - 14:18 WIB
loading...
Mengapa Hungaria Kirim...
Hungaria mengirim tentara ke Chad untuk memperkuat geopolitik. Foto/X/@PM_ViktorOrban
A A A
BUDAPEST - Di N'Djamena yang sedang naik daun, bahasa baru yang tidak biasa – Hungaria – mengalir bersamaan dengan campuran bahasa Arab dan Prancis yang biasa, menandakan kehadiran diplomat dari mitra internasional baru Chad.

Dalam setahun terakhir saja, Hungaria telah membuka misi diplomatik di negara Sahel, meluncurkan pusat kemanusiaan, dan menjanjikan bantuan sebesar USD200 juta. Negara ini juga berencana untuk mengirim tentara guna membantu Chad memerangi kelompok bersenjata.

Bantuan tersebut merupakan isyarat murah hati dari negara Eropa Tengah yang sebelumnya tidak memiliki hubungan substantif dengan Chad – tetapi juga merupakan isyarat yang mengejutkan.

Hungaria adalah salah satu negara termiskin di Eropa, dan saat ini tidak memiliki kepemilikan ekonomi di Chad atau Sahel. Tidak ada pula komunitas Hongaria di sana.

Mengapa Hungaria Kirim Tentara ke Chad?

1. Menyelesaikan Isu Imigrasi

Namun, Perdana Menteri Viktor Orban telah menekankan perlunya Eropa untuk berteman dengan negara-negara di Sahel, di mana, katanya, campuran beracun dari kelompok bersenjata dan pemerintahan militer memicu migrasi.

“Migrasi dari Afrika ke Eropa tidak dapat dihentikan tanpa negara-negara di kawasan Sahel. … Itulah sebabnya Hongaria membangun kemitraan kerja sama dengan Chad,” kata Orban pada bulan September.

Selama kunjungan Deby pada bulan September, Orban mengatakan tujuan dari pengembangan dan kerja sama militer dengan Chad adalah untuk menghentikan migrasi dari Afrika, sebuah fenomena yang dilihat oleh banyak negara Eropa sebagai ancaman di tengah melonjaknya tingkat migrasi dalam beberapa tahun terakhir.

"Rasanya seperti pilihan yang agak acak, tetapi jika dipikir-pikir kembali, itu sebenarnya masuk akal," kata Beverly Ochieng, seorang analis di Control Risks, sebuah firma intelijen yang berbasis di Inggris.

"Chad memiliki salah satu angkatan bersenjata terkuat di kawasan itu," katanya kepada Al Jazeera. "Meskipun menghadapi ancaman, pemerintah mempertahankan stabilitas yang kuat dan dukungan yang kuat dengan militer di sana."

Dalam dekade terakhir, wilayah Sahel - sebidang tanah yang terletak di bawah Sahara - telah menghadapi peningkatan tingkat kekerasan dari kelompok bersenjata dan sebagai akibatnya, emigrasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Uni Eropa Kini Tak Lagi...
Uni Eropa Kini Tak Lagi Relevan di Pangung Geopolitik, Ini 3 Alasannya
Dibantu Tentara Rusia,...
Dibantu Tentara Rusia, Mali Sukses Gagalkan Kudeta Militer
PM Hungaria Magyar Peringatkan...
PM Hungaria Magyar Peringatkan Netanyahu akan Ditangkap
China Isi Kekosongan...
China Isi Kekosongan Militer di Benua Afrika, Penjualan Senjata Melonjak
GIF Nilai AS Makin Agresif,...
GIF Nilai AS Makin Agresif, Teropong Potensi Target Geopolitik Selanjutnya
Siapa Yoweri Museveni?...
Siapa Yoweri Museveni? Mantan Bintang Pop yang Sudah Berkuasa 40 Tahun di Uganda
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Prabowo Ajak Seluruh...
Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman demi Kemajuan Bangsa
PLN EPI Dorong Zero...
PLN EPI Dorong Zero Waste lewat Pengelolaan Sampah Terpilah dan Daur Ulang
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Berita Terkini
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved